RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya pasien RSUD Arga Makmur yang merasa telah terdzolimi atas pelayanan di RSUD Arga Makmur, dimana pasien tersebut disuruh pulang sementara masih dalam kondisi belum sehat pasca operasi sehingga memutuskan untuk dirawat di RS Swasta yang ada di Arga makmur, Direktur RSUD Arga Makmur Jasmen Silitonga, angkat bicara. Ketika dikonfirmasi hal tersebut, ia membantah keras apa yang ditudingkan terhadap RSUD, karena pihaknya berpendapat sudah maksimal memberikan pelayanan dan sudah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).
Baca :Â https://rubriknews.com/baru-selesai-operasi-pasien-rsud-arma-disuruh-pulang/
Pria lulusan spesialis penyakit kulit ini menegaskan, pihaknya atas nama RSUD Arga Makmur tidak pernah membatasi perawatan terlebih lagi kepada pasien BPJS untuk mendapatkan pelayanan di RSUD Arga Makmur. Ditegaskannya, RSUD Arga Makmur sudah melakukan tindakan sesuai dengan SOP, sehingga apa yang ditudingkan masyarakat eks pasien RSUD Arga Makmur yang saat ini justru di rawat di RS swasta tidak benar.
” Saya sudah mendapatkan informasi ini, dan sudah saya klarifikasi terkait apa yang sudah terjadi. Dan kesimpulannya, disini saya tidak menyalahkan siapa-siapa baik pasien maupun karyawan dan dokter di RSUD Arga makmur. Namun saya sangat menyesalkan apa yang ditudingkan oleh pasien terhadap pelayanan di RSUD Arga makmur, karena menurut saya kejadian ini dinilai adanya miss komunikasi antara keluarga pasien dan pihak dokter serta keperawatan yang merawat pasien tersebut,” ujar Jasmen.
Miss komunikasi yang dimaksudkannya, berdasarkan keterangan dari pihak dokter yang menangani pasien yang atas nama Vera Oktapiani tersebut. Dimana sang pasien dinilai kurang kooperatif atas saran dokter, hal ini dikatakannya karena yang mengetahui kondisi pasien itu sudah sembuh atau tidak itu dokter. Ia mengakui dan menjelaskan, pasien dimaksud memang pasca menjalani operasi namun operasi yang dijalani masuk kategori operasi ringan, sehingga dokter menilai pasien tersebut tidak terlalu membutuhkan perawatan berlebih, maka itu disarankan untuk menjalani perawatan dirumah dimana harus menjaga pola makan. Namun hal tersebut justru disimpulkan lain oleh keluarga pasien, dimana pasien merasa telah disuruh pulang dengan kondisi yang belum memungkinkan untuk pulang lantaran masih lemas.
” Itu dia masalahnya, ini hanya miss komunikasi. Dimana pasien menyikapi apa yang disampaikan dokter ini salah, bukan seperti itu maksud dokter. Jika pun pasien itu masih mau dirawat, pihak RSUD tidak keberatan, namun justru sang pasien ketika ditanya mau dilanjutkan perawatan dan ditawari kembali untuk dipasang impus, justru pasiennya yang langsung memilih pulang dan nggak taunya malah dirawat di RS lain,” jelasnya.
Lebih jauh Jasmen menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin agar pelayanan di RSUD Arga Makmur ini untuk dapat lebih ditingkatkan. Namun dengan adanya kejadian ini, ia pun tidak bisa menolaknya, karena menurutnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Arga Makmur tidak semuanya bisa sempurna, dan ia pun memaklumi hal tersebut. Namun dengan kejadian ini, ia akan berusaha lebih meningkatkan lagi pelayanan sehingga hal serupa tidak terulang kembali.
” Kami akan berusaha meningkatkan pelayanan kembali, untuk kejadian ini akan kami jadikan pengalaman berharga. Harap dimaklum, setiap masyarakat pasti akan menilai pelayanan di RSUD ini berbeda-beda, namun demikian kami akan terus berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik tanpa henti,” tandasnya.
Laporan : Redaksi

