RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arga Makmur kembali menjadi sorotan. Bagaimana tidak, meskipun sudah berulang kali mencoba mengembalikan kepercayaan terhadap masyarakat atas pelananan di RSUD yang sudah membaik, masih saja ada oknum di RSUD Arga Makmur yang merusak citra pelayanan tersebut. Terbaru, datang dari orangtua pasien BPJS bernama Vera Oktapiani.
Diketahui, Vera Oktaviani merupakan pasien BPJS yang baru selesai menjalani operasi di RSUD Arga Makmur, namun ironisnya belum genap dua hari pasien menjalani masa penyembuhan justru sudah disuruh pulang. Hal ini sangat dikeluhkan oleh orang tua Vera, dimana lantaran disuruh pulang dengan kondisi yang masih lemas, ia pun akhirnya dirawat di RS Charitas Arga Makmur.
Orang tua Vera, Lis kepada awak media mengaku bahwa putrinya sudah disuruh pulang oleh dokter yang menanganinya pasca operasi. Sementara diketahui, putrinya tersebut masih dalam kondisi terbaring lemas yang belum sembuh. Merasa telah diusir oleh pihak RSUD, ia pun berinisiatif memindahkan perawatan putrinya tersebut ke RS Hanna Charitas Arga makmur untuk menjalani perawatan lanjutan.
” Saya selaku orang tua pasien sangat menyesalkan tindakan pihak rumah sakit. Anak saya masih sakit, sering muntah dan terbaring lemas tapi sudah disuruh pulang,” ujarnya ditemui di RS Hanna Charitas.
Lebih ironisnya lagi sambungnya, putrinya ini baru sudah menjalani operasi di bagian mulutnya, yang mengidap penyakit kista. Ia baru masuk untuk dirawat Senin (23/7) malam.
” Memang kami menggunakan BPJS kalau masalah biaya bisa dicari, tetapi setidaknya pelayanan kesehatan anak saya sudah semestinya menjadi prioritas. Ini tidak, sudah anak saya jarang dipantau kesehatannya oleh petugas, malah disuruh pulang,” ketusnya.
Diceritakannya lebih jauh, sebelum pulang tensi darah putrinya tersebut hanya 90/50.
” Yang paling membuat saya sedih, dokter sempat bilang, hanya alasan saja dasar anaknya enggak mau bangun, gitu katanya. Padahal kondisi anak saya memang masih lemas,” sesalnya sembari menirukan ucapan sang dokter.
Merasa khawatir dengan keadaan anaknya, Lis langsung membawa Vera ke Rumah Sakit Charitas untuk dirawat.
” Alhamdulilah saat ini anak saya sudah ditanggani. Memang menurut pengakuan dokter disini, Vera masih sakit dan masih butuh perawatan. Lihat saja matanya mas, masi layu,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, dokter yang menangani Vera yakni dr. Sobari ketika dikonfirmasi tidak membantah memperbolehkan pasien atas nama Vera untuk pulang. Namun ia membantah jika dikatakan memaksa pasien untuk pulang begitu saja, tanpa ada kejelasan status sang pasien. Untuk masalah pasien atas nama Vera Oktapiani, diakuinya memang dilakukan operasi kista. Tapi masih tergolong ringan yakni di bagian bibir.
” Ketentuan operasi ringan ini setelah efek bius habis dan pasien sudah menjalani perawatan selama satu hari, maka pasien sudah diperolehkan untuk pulang,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi Vera sendiri sebenarnya sudah bisa dianggap stabil dan sudah selayaknya untuk pulang.
” Hanya saja pasien berperilaku manja, disuruh bangun dan bergerak juga malas,” elaknya.
Terkait dengan pasien pindah rumah sakit itu bukan lagi menjadi wewenang pihaknya.
” Itu sudah menjadi haknya pasien,” ketusnya.
Sayangnya, Direktur RSUD Arga Makmur, Jasmen Silitonga ketika akan dimintai konfirmasi untuk terkait hal tersebut, sama sekali tidak menanggapi konfirmasi awak media via ponsel, baik itu melalui pesan singkat maupun telpon.
Laporan : redaksi

