Potret Buram Infrastruktur Bengkulu Utara, Dapat Respon Pahit Dari Netizen

RubriKNews.com , BENGKULU UTARA– Potret buram infrastruktur di Bengkulu Utara, seperti hal yang terjadi di wilayah Lubuk Durian Kabupaten Bengkulu Utara, yang mana infrastruktur jalan hingga saat ini belum tersentuh pembangunan, mendapatkan respon dari netizen. Dimana, salah satu netizen menyebutkan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an saat ini, merupakan Bupati Ketahun. Mengingat, pembangunan yang terkesan timpang sebelah, yang lebih condong banyak di dapil IV.

Berbagai komentar netizen di media Sosial Facebook ini mendapatkan sorotan, bagaimana tidak. Seperti halnya diungkapkan oleh akun medsos Lukman Sahri yang menyebutkan. “Itu Bupati Ketahun apa pak, nanti calon menang lagi, kelewatan kita dibodohi”.

Selain itu, pada akun mendsos Novri Lesferdinand, juga menyebutkan betapa buruknya infrastruktur di wilayah dapil III tersebut. Yang mana, ia pun sebagai masyarakat Bengkulu Utara, yang juga kerap melintasi wilayah itu, sangat berharap adanya sentuhan pembangunan.

“Bukan hanya satu dua warga saja yang merasakan dampaknya, saya juga merasakan terlebih untuk jalan diwilayah Lubuk Durian,” ujarnya.

Sementara itu, pada akun medsos Anoecasepsuhanda Suhanda, mengkritik bahwa merupakan hal yang wajar kalau infrastruktur di wilayah tersebut seperti itu. Karena, yang menjadi perwakilan masyarakat, tidak hanya bupati namun juga anggota DPR nya, dikatakannya bukan putra daerah.

” Ruas jalan Lubuk Durian-Lubuk Sini itu, lingkup penanganannya ada di tingkat provinsi. Yang perlu dipertanyakan, kinerja wakil Rakyat yang ada di Provinsi. Jangan-jangan mereka tidak tahu ada jalan tersebut, karena keberadaan mereka yang mayoritas bukan sebagai putra daerah,” sentilnya.

Terakhir, komentar pedas datang dari akun medsos yang diketahui pemiliknya merupakan seorang ASN yang nyaris di pecat lantaran pernah tersandung hukum, yakni akun medsos Thabrani Teak Nora, yang mana menyebutkan bahwa. Terlalu banyak alasan, padahal tidak ada kemampuan membangun jalan dan bisanya hanya saling menyalahkan.

” Tidak ada kemampuan untuk membangun jalan itu, akhirnya selalu saling menyalahkan. Sudah bosan mendengar alasan itu,” singkatnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment