Sst, Ada Oknum ASN DPPPA Bengkulu Utara Diduga Fitnah Janda Anak Satu

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Perilaku oknum ASN Bengkulu Utara berinisial SH, yang bertugas di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPPA) Bengkulu Utara (BU) sarat menjadi sorotan. Bagaimana tidak, ia dengan percaya dirinya dengan umurnya yang sudah senja, diduga telah menyebarkan cerita bohong yang terindikasi adanya unsur fitnah dan pelecehan terhadap salah satu perempuan warga desa Simpang Ketenong Kecamatan Hulu Palik BU berinisial LS

Diketahui, berdasarkan pengakuan LS kepada awak media, ia tidak terima atas ucapan yang dilontarkan oleh oknum ASN ini, yang dinilai telah merendahkan dan menjatuhkan harga dirinya. Ia pun mengakui, kendati dirinya merupakan janda anak satu, ia merasa apa yang diucapkan oleh oknum ASN ini jelas telah merugikannya.

“Saya tidak terima dengan ucapan dari oknum ASN SH kepada saya pak. Saya merasa apa yang diucapkan oleh oknum ini kepada orang lain, jelas suatu fitnah dan telah melecehkan saya,” ujarnya.

LS pun menjelaskan kronologi perlakuan tidak pantas yang diucapkan oleh oknum ASN ini kepada dirinya tersebut. Kejadian ini terungkap, ketika dirinya menerima informasi berupa rekaman video, antara oknum ASN ini dengan Oknum THL di Dinas PRKP BU berinisial Le. Yang mana, didalam percakapan video tersebut oknum ASN ini mengaku kepada LE, bahwa ia sudah pernah mengajak dirinya dan sudah memakai, yang diartikan sudah menyetubuhi dirinya. Hal ini jelas suatu fitnah. Dikatakan LS, meski ia seorang janda ia juga memiliki harga diri, dan ia pun tidak terima dengan ucapan tersebut.

“Sangat jelas didalam video tersebut, nama dan tempat tinggal saya disebutkan oleh oknum ASN ini. Padahal, saya sendiri tidak mengenal oknum ASN ini, apalagi pernah dibawa dan disetubuhinya, saya tegaskan itu tidak pernah dan tidak benar. Apa yang diucapkan oleh oknum ASN ini, jelas telah merugikan saya, dan membuat harga diri saya hancur pak,” bebernya.

Ia pun menegaskan, masalah ini juga sudah sempat dibawa dalam mediasi yang difasilitasi oleh Kades Simpang Ketenong. Dalam mediasi itu, oknum ASN ini mengakui perbuatannya, dan ia pun sempat berucap bersedia diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, mediasi tidak memenuhi kata sepakat.

“Yang bikin saya jengkel, ia sama sekali tidak merasa berdosa atas apa yang telah dilakukannya. Saya harap, ia diberikan ganjaran atas perbuatannya pak,” harapnya.

Menanggapi hal ini, oknum ASN DPPPA BU SH ketika dikonfirmasi awak media atas kejadian ini, ia pun tidak menyangkal atas apa yang dilakukannya. Namun demikian, ia tidak mengetahui jika ucapannya itu direkam video. Padahal menurutnya, ia hanya bercanda dan tidak ada maksud apapun.

“Sumpah pak, saya tidak ada maksud apa apa ketika mengucapkan itu, saya kira itu hanya gurauan saya saja. Tapi saya tidak tahu kalau hal ini justru direkam oleh Le. Dan ini jelas sangat saya sayangkan,” terangnya ditemui awak media di kantornya.

Disinggung mengenai mediasi, SH pun menjawab juga mengaku bahwa masalah ini sudah sempat di mediasi pada 8 Oktober 2021 lalu. Dalam mediasi itu, dirinya mengaku dikenakan denda adat senilai Rp. 12 juta atas permintaan Le. Namun, ia tidak bisa menyanggupinya, karena ia tidak memiliki uang sebanyak itu.

“Saya hanya bisa menyanggupi sebesar Rp. 1 juta. Karena, tidak ketemu kata sepakat, akhirnya mediasi tidak selesai. Dan saya pun pasrah, jika memang masalah ini saya harus menjalani hukuman penjara. Yang pasti jujur, saya tidak memiliki niat dan juga tidak ada keinginan menyakiti LS. Saya sendiri tidak mengenalnya. Sehingga, saya dengan rendah hati memohon maaf,” tutupnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment