Oknum ASN DTPHP Bengkulu Utara Tertangkap Bekurungan Dengan Oknum Bidan Muko-Muko, Kadis : Serahkan Ke Aturan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ditengah bulan suci Ramadhan, terlebih lagi banyak masyarakat disibukkan dengan pencegahan wabah pandemi covid 19, namun oknum ASN DTPHP Bengkulu Utara berinisial BR yang memiliki jabatan Kepala Seksi ini, justru melakukan perbuatan yang dinilai melanggar norma agama, serta etika dan aturan sebagai pengabdi negara.

Pasalnya, ia digerebek masyarakat desa Rami Mulya Kecamatan Air Rami Kabupaten Muko-muko, tengah bekurungan di satu rumah dengan salah satu oknum bidan yang bertugas di UPTD Puskesmas Air Rami berinisial YN. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas DTPHP Bengkulu Utara Kuasa Barus yang dihubungi awak media, tidak membantah kejadian yang menimpa salah satu bawahannya tersebut.

Dikatakan Kuasa Barus, dirinya tidak menyangka bawahannya itu berbuat hal demikian. Pasalnya, ia dan orang orang sekantor dengannya di kantor DTPHP menilai BR ini merupakan orang yang alim dan lurus, yang tidak pernah disangka memiliki tingkah diluar batas kewajaran. Namun dengan kejadian ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dan akan menyerahkan untuk sanksinya ke aturan yang berlaku.

“Saya benar benar kaget, karena BR itu dikantor orangnya baik. Dikantor saja, tidak pernah ketinggalan sholat. Dirumah apa lagi. Saya kecewa, tapi mau bilang apa, berani berbuat ya, berani tanggung jawab. Untuk sanksinya nanti, saya serahkan saja kepada aturan yang berlaku,” singkat Kuasa Barus.

Diketahui, dikutip dari SKH Radar Utara, kejadian penggerebekan oknum ASN berinisial BR ini bermula ketika adanya kecurigaan warga pada Sabtu dinihari (16/5) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, warga melihat seornag laki laki mendorong sepeda motor Honda Mega Pronya dengan plat nopol dinas BD 3316 DY ke arah perumahan dinas dokter tempat tinggal YN. Ketika itu, warga sudha merasa curiga yang akhirnya mencoba melakukan pengintaian dengan membuntuti oknum ASN Bengkulu Utara tersebut. Ternyata benar dugaan warga, setelah berhenti di salah satu perumahan warga tersebut, oknum ASN ini menyelinap masuk ke dalam rumahnya YN.

“Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari warga, setelah melihat kejanggalan itu, warga langsung bergerak menuju perumahan doter tempat tinggal YN. Ketika itu, warga mengetuk pintu untuk mempertanyakan soal kepemilikan Honda Mega Pro plat dinas yang terparkir di lingkungan sekitar rumah YN. Namun, ketika itu YN mengaku tidka tahu. Karena warga sudah mengetahui adanya kejanggalan, akhirnya mendesak oknum bidan tersebut untuk membuka pintu kamar. Betapa kagetnya malam itu, didapati seorang laki-laki yang bukan muhrimnya sedang bersembunyi di dalam kamar,” ungkap Kades Rami Mulya Kecamatan Air Rami Kabupaten Muko-muko Supanto.

Pasca penggerebekan, yang mendapatkan ada oknum ASN Bengkulu Utara didalam kamar oknum bidan YN tersebut, yang diketahui bukan suami istri. Pihak desa bersama warga lainnya, berinisiatif menghubungi keluarga kedua belah pihak tersebut, untuk dapat menghadiri persidangan di desa itu. Karena diketahui, oknum bidan YN juga memiliki seroang suami yang saat ini tengah berada di luar Kabupaten Muko-muko, sedangkan keluarga oknum ASN BU, pihak desa langsung menghubungi istri dari BR tersebut.

“Kami berinisiatif untuk menghubungi keluarga pasangan bukan muhrim ini, untuk menindaklanjuti kejadian ini. Jika keluarga dari kedua belah pihak ini sudah berkumpul, kita serahkan kepada mereka untuk penyelesaiannya,” jelas Kades.

Kendati demikian, Kades juga berpendapat persoalan ini tidak akan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Mengingat, dari pihak suami oknum bidan YN ini, tidak terima dan akan memilih masalah ini dibawa ke jalur hukum.

“Saat ini, masalah ini sudah dilaporkan ke Mapolres Muko Muko oleh suami YN, karena ini merupakan keputusan suami oknum bidan tersebut,” demikian Kades.

Disisi lain, ketika awak media menyambangi kediaman oknum ASN Bengkulu Utara ini di Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, mendapati BR hingga saat ini belum pulang kerumah. Istri BR yang ditemui awak media, masih terlihat shock akan kejadian yang menimpa rumah tangganya ini. Ia pun ketika ditanya awak media, mendapatkan informasi dari mana?, mengaku ditelpon sama Kades Rami Mulya, yang menginformasikan bahwa suaminya ada masalah di Mapolres Muko-muko. Kendati demikian, ia mencoba untuk tetap tabah dan telah menghubungi keluarga lainnya, untuk datang ke Kabupaten Muko-muko.

“Iya mas sudah tahu saya, tadi malam saya sudah diinformasikan sama kades. Saya nggak menyangka seperti ini mas, dan saat ini keluarga saya sudah meluncur ke Kabupaten Muko-muko untuk menghadiri pertemuan atas permintaan Kades,” singkat Wi kepada awak media.

Sementara itu, Lurah Kemumu Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara, Awaludin, ketika dikonfirmasi awak media baru mengetahui kejadian ini. Ia pun ketika disinggung, apakah sudah ada yang menghubungi dari Kabupaten Muko-muko atas kejadian salah satu warganya tersebut, mengaku belum ada. Saat ini, dirinya akan mencoba menenangkan keluarga dari warganya ini.

“Belum ada yang menghubungi kami mas, mungkin nanti. Sejauh ini, saya selaku orang yang dituakan di kelurahan ini, akan mencoba menyambangi kediaman pak BR untuk menenangkan keluarga yang ada disini,” demikian Lurah.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment