RubriKNews.com, BENTENG – Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMKN 1 Bengkulu Tengah (Benteng) di Desa Sekayun Kecamatan Bang haji, kemarin (Kamis, 24/8) kembali berjalan normal seperti biasanya. Hal ini berdasarkan adanya kesepakatan bersama setelah pertemuan dengan pihak Diknas Provinsi dua hari yang lalu.
“Kami seluruh guru dan TU sepakat menyelenggarakan kembali KBM,” terang salah Seorang guru, Timbulkat S.Pd.
Menurut Timbulkat, meskipun demikian, seluruh guru yang melakukan aksi demo berharap dalam hal ini pemerintah provinsi melalui Diknas Provinsi Bengkulu, dapat menyetujui tuntutan guru. Karena, jika dipaksakan kepsek atas nama M Nasir menjabat hal tersebut akan sangat berpengaruh pada situasi yang sudah tidak kondusif.
“Rasanya baik kami guru biasa juga tidak akan nyaman jika masih ada satu sekolah dengan kepsek,” ungkap Timbulkat.
Suasana KBM yang kembali dimulai kemarin, juga turut menjadi perhatian dari Diknas Provinsi Bengkulu. Terbukti perwakilan yankni Kabid SMK Almuzni langsung meninjau di sekolah tersebut.
“Kami berharap, supaya KBM kembali berjalan normal, agar kepsek bersedia mengundurkan ditri,” jelas Timbulkat.
Sementara itu, Anggota DPRD Benteng M Nasir Jahiyah, S.Sos mengatakan bahwa hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah provinsi. Jangan sampai proses KBM di Benteng tidak berjalan normal akibat adanya aksi demo para guru tersebut. Dan kedepan untuk penunjukan kepsek yang baru hendaknya juga harus penuh dengan pertimbangan, terutama untuk mencegah terjadinya hal serupa.
“Jangan sampai aksi demo terulang lagi, karena akan merugikan siswa dan tentu saja pendidikan di Benteng,” demikian M Nasir.

