Diduga Disebabkan Kasus Hubungan Asmara, Dokter RSUD Arga Makmur Dibogem Dua Pemuda Berseragam BUMD

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Selasa siang (6/4) sekitar pukul 12.00 WIB, RSUD Arga Makmur mendadak heboh dengan terlihat petugas beserta pasien, yang tengah menjalani perawatan di UGD berlarian. Awalnya dikira ada kebakaran, ternyata adanya aksi penganiayaan yang dialami salah satu dokter umum bagian UGD berinisial dr AB. Dimana, ia mengalami penganiayaan, yang dilakukan oleh dua orang pemuda berseragam BUMD berbeda di Kabupaten Bengkulu Utara, yang ditengarai kedua pemuda tersebut, masih keluarga pejabat di Pemkab Bengkulu Utara. Keduanya, berinisial An dan Si. Menariknya, aksi kejar-kejaran penganiayaan ini, dipicu dengan dugaan kasus hubungan asmara antara sang dokter dengan keluarga dua orang pelaku.

Pantauan dilapangan, dr AB sempat mengalami luka memar dan mengeluarkan darah. Dilihat dari wajahnya, bagian matanya mengalami luka lebam yang diduga terkena bogem mentah dari kedua pelaku, yang membuat onar saat pelayanan RSUD Arga Makmur tengah berjalan tersebut. Kedua pelaku juga sempat, ingin memukul wartawan ini, lantaran ia tidak terima diingatkan, bahwa ditempat pelayanan publik ini dilarang untuk membuat keributan. Namun, aksinya tersebut beruntung langsung ditegah oleh petugas keamanan RSUD Arga Makmur.

Kemudian kedua pelaku, sempat memberontak dan terus membuat keributan hingga ke depan bangunan Unit Gawat Darurat (UGD). Karena, masa yang menyaksikan sangat banyak, dan aksi pelaku juga sempat adu argumen dengan salah satu Kabid di RSUD Arga Makmur, akhirnya pelaku langsung digelandang ke ruangan direktur RSUD Arga Makmur.

Ketika berada di ruang direktur RSUD Arga Makmur, kedua pelaku didatangi oleh petugas personil Mapolres BU, dimana dari hasil perbincangan, didapati kejadian ini dipicu lantaran kekesalan kedua pelaku ini, terhadap oknum dokter UGD tersebut, lantaran adanya kasus dugaan hubungan asmara.

Kendati demikian, pihak RSUD Arga Makmur ketika dikonfirmasi terkait hal ini enggan untuk berkomentar banyak. Seperti disampaikan oleh Direktur RSUD Arga Makmur dr Herawati, mengungkapkan, bahwa aksi penganiayaan yang sempat menghebohkan isi pelayanan di RSUD Arga Makmur ini, disebabkan karena masalah keluarga. Ia pun menandaskan, bukan masalah RSUD Arga Makmur.

“Saat kejadian di lapangan, saya tidak tahu dan tidak melihat. Karena saat kejadian, saya sedang rapat. Kedua belah pihak sudah saya panggil, ini masalah pribadi. Nanti, mereka akan menyelesaikan secara pribadi dan kekeluargaan. Mungkin itu saja, kami tidak ingin ikut campur lebih dalam lagi, hanya saja kejadian dilokasi sangat kami sayangkan,” ungkap direktur RSUD Argamakmur, dr Herawati.

Herawati menambahkan, beruntungnya meski kejadian sempat menghebohkan, namun pelayanan di IGD kembali kondusif, dan tidak terganggu karena di backup oleh dokter IGD yang lainnya dan pelayanan baik.

“Kejadian tadi tidak ada hubungannya dengan pelayanan rumah sakit, ini masalah pribadi. dokter Ab, dokter IGD kami dan memang karyawan RSUD Argamakmur,” jelas dia.

Disinggung, terkait kejadian ini yang disebutkan karena masalah keluarga, dimana ditandaskan apakah masalah keluarga tersebut, munculnya kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan sang oknum dokter, Hera pun menepis itu dengan menyatakan tidak tahu, dan menandaskan bahwa itu bukan lagi ranahnya untuk berkomentar lebih jauh.

“Nah soal itu, saya tidak tahu, dan tidak bisa berkomentar apa-apa. Sekian terimakasih,” tegasnya.

Usai mediasi yang dilakukan pihak RSUD Argamakmur kepada kedua belah pihak, awak media berusaha meminta keterangan kepada kedua pemuda berseragam perusahaan BUMD Bengkulu Utara tersebut. Salah satu pemuda, ketika disinggung terkait kejadian ini, sempat melontarkan bahwa kejadian ini merupakan masalah keluarga.

“Masalah keluarga,” singkat Si sembari berlalu meninggalkan ruang mediasi.

Sementara itu, dokter Ab saat dimintai keterangan oleh awak media, enggan memberikan komentar sedikit pun. Termasuk juga, ketika disinggung, luka lebam yang dialaminya, Ab hanya menyebutkan kepada awak media, belum menjalani pemeriksaan. Kemudian, ia berlalu begitu saja meninggalkan gedung RSUD Arga Makmur.

“Belum saya periksa tadi, yang jelas nantilah ya,” singkat dr Ab yang pergi langsung meninggalkan gedung RSUD didampingi Kapolsek Air Besi dan Kapolsek Napal Putih.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment