Ini Jawaban Bupati Bengkulu Utara, Atas Kritikan Dewan Soal Program Pengentasan Kemiskinan

RubrikNews.com, BENGKULU UTARA – Dikritik oleh anggota DPRD Bengkulu Utara, terkait belum adanya program lintas sektor untuk mengentaskan kemiskinan, sesuai dengan yang tertuang didalam Perda RPJMD, yang diajukan perubahan pihak Eksekutif. Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, menjawab, semuanya akan dijelaskan oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam kunjungan nanti di Bengkulu Utara. Hal ini disampaikan oleh Mi’an, ketika dikonfirmasi awak media, usai membuka giat Musrembangkab RKPD, Rabu (13/3).

Baca : Program Pengentasan Kemiskinan Lintas Sektor Pemkab Bengkulu Utara Belum Jalan

Padahal telah dijelaskan oleh anggota DPRD BU, bahwa Presiden RI Joko Widodo memiliki program pengentasan kemiskinan. Yakni, pemanfaatan hasil alam perkebunan karet untuk di kirim ke perusahaan daerah, agar dijadikan bahan baku aspal. Hal ini sangat berguna, guna menjadi program pengentasan kemiskinan lintas sektor, yang menaikan harga dan hasil alam perkebunan karet masyarakat. Namun hal tersebut, justru dijawab kewenangan pihak kementerian oleh Bupati.

“Makanya sekarang sedang dijalankan, inshaallah nanti pak Kementerian PU saat berkunjung ke Bengkulu Utara, yang akan menjelaskan,” ujar Mi’an.

Dedy : Angka Kemiskinan Turun 2,9 Persen?

Sementara itu, mendapatkan tanggapan ini dari seorang Bupati. Anggota DPRD BU Dedy Syafroni, sangat menyayangkannya. Bagaimana tidak ditegaskan Dedy, semestinya program ini harus dapat di manfaatkan oleh daerah. Karena, sangat bermanfaat bagi ekonomi masyarakat saat ini, yang kian terpuruk. Sementara, pemaparan bupati pada pembukaan musrembang kemarin. Tentang menurunnya angka kemiskinan di Bengkulu Utara, hingga 2,9 persen. Dinilainya, sangat tidak masuk akal. Mengapa dikatakan demikian, lantaran apa yang disampaikan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

“Sangat disayangkan, sikap seorang kepala daerah seperti itu. Masa, program pemerintah pusat, yang semestinya segera difahami dan dijalankan oleh daerah. Karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, justru menunggu penjelasan menteri. Semestinya ini, disikapi karena apa yang diucapkan angka kemiskinan di Bengkulu Utara mengalami penurunan, hingga sebesar itu persentasenya sangat tidak logis, dengan keadaan yang ada di lapangan. Turun dulu ke lapangan, lihat kondisi dan keadaan, baru membuat pernyataan jelas,” tegas Dedy selaku wakil rakyat, yang tengah memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kecil.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment