Geram Terminal Jadi Tempat Esek-esek, Wawali Bengkulu Pimpin Penghancuran

RubriKNews.com, BENGKULU – Wakil Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi sudah kehabisan kesabaran atas tindakan masyarakat yang mendirikan bangunan di Terminal Sungai Hitam Bengkulu untuk dijadikan tempat esek-esek alias maksiat. Alhasil, dengan mengerahkan personil gabungan yang melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP dikawal oleh pihak TNI dan Polri, yang langsung dipimpinnya sebanyak 12 bangunan di hancurkan paksa.

Pantauan dilapangan, dalam penghancuran tempat maksiat yang diketahui menjadi tempat minum-minuman keras dan penjaja seks, Pemkot Bengkulu kerahkan dua alat berat jenis exavator yang langsung menghantam bangunan-bangunan tersebut. Dengan disaksika oleh Wawali langsung, beberapa penghuni bangunan hanya bisa pasrah melihat tempat usaha ilegalnya dihancurkan, meskipun sebelumnya sempat melakukan protes, namun setelah dijelaskan dan diberitahu bahwa peringatan sudah dilayangkan namun tidak diindahkan, penghancuran paksa ini tidak dapat dihindari.

Diketahui belakangan, bahwa bangunan yang terletak di Terminal Sungai Hitam Bengkulu itu, kedapatan menjual minuman keras jenis tuak dan dijadikan tempat praktek prostitusi. Sebelumnya, Pemkot telah melayngkan surat peringatan dan teguran, namun sayangnya peringatan keras tersebut tidak diindahkan oleh penghuni bangunan, sehingga tindakan tegas terpaksa dilakukan Pemkot Bengkulu.

Dikonfirmasi awak media, Dedi yang merupakan mantan petinggi di salah satu media lokal Bengkulu ini, mengungkapkan. Bahwa sebelum tindakan tegas ini ia ambil, sebelumnya pihaknya sudah memberi waktu dan peringatan kepada masyarakat setempat agar segera mengosongkan tempat tersebut.

“Kita sudah mengingatkan mereka, dan juga telah melayangkan teguran keras. Karena, informasi dari masyarakat yang kurang sedap didengar, bahwa tempat bangunan terminal Sungai Hitam yang diketahui belakangan ini bukan aktif untuk lalu lalang kendaraan plat kuning, melainkan aktif atas praktek prostitusi terselubung, sehingga kita mengambil tindakan tegas dimana sebelumnya sudah diingatkan agar mengosongkan bangunan supaya Pemkot dapat leluasa menghancurkannya untuk kepentingan revitalisasi,” ujar Dedi.

Disinggung perihal adanya sistem sewa menyewa atas bangunan yang dijadikan tempat prostitusi tersbeut, Dedi berkilah jika bangunan itu ada PAD sewa menyewa. Karena dikatakannya, bangunan pemerintah ini tidak ada retribusi sewa, jika ada juga praktek sewa menyewa bangunan, pihaknya akan menyelidiki oknum yang bermain didalamnya.

“Tidak ada sewa menyewa untuk menempati bangunan pemerintah ini. Kalaupun itu ada, berarti ulah oleh oknum. Bangunan pemerintah ini memang boleh ditempati, selama pemerintah belum membutuhkan. Artinya STBHM itu, surat keterangan boleh menempati, bukan memiliki,” jelasnya.

Menyikapi hal ini, adanya dugaan oknum yang meraup keuntungan pribadi atas bangunan pemerintah ini, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bengkulu, Bardin dikonfirmasi menegaskan. Akan menindak tegas, oknum yang kedapatan mengambil sewa dari bangunan pemerintah yang ditempati masyarakat ini.

“Ini tidak ada sewa menyewa, kita pastikan tindak tegas pelaku yang kedapatan bermain. Apabila terbukti, ada sewa menyewa tempat disini,” singkatnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment