Berharap Direspon Bupati, Besok 90 Mahasiswa Unras Niat Lakukan Demo
Terkait Tunggakan Semester, Yang Mengancam DO

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Sebanyak 90 orang mahasiswa Universitas Ratu Samban (Unras) Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, yang nasibnya sudah diujung tanduk yakni Droup Out (DO) atas status belajarnya di kampus Unras, lantaran tertunggaknya iuran uang Spp selama dua semester, besok Senin (19/2) berniat lakukan demo ke Kantor Pemerintah Kabupaten BU, dengan tujuan mempertanyakan kejelasan nasib mereka tersebut. (Baca : https://rubriknews.com/mahasiswa-ngadu-kedewan-dimana-bupati/)

” Iya, rencananya kami akan lakukan demo ke Pemkab BU untuk bisa bertemu dengan Bupati BU, atas nasib kami belajar di Unras ini,” ungkap Yoki Ramadhan, dihubungi awak media Minggu (18/2).

Yoki menuturkan, dirinya dan rekan-rekan melakukan demo ini bukan semata-mata untuk membuat onar atau tindakan anarkis. Melainkan untuk meminta solusi dan kejelasan dari Bupati BU, atas status mereka di Unras yang notabenenya merupakan mahasiswa yang dibiayai oleh Pemkab BU, alias penerima beasiswa dari Pemkab BU. Sejauh ini, mengapa bisa iuran semester yang sejauh ini diketahui sudah dikucurkan oleh Pemkab BU, untuk pembayaran uang dua semester tahun 2017, menjadi kendala mereka dalam menimba ilmu.

https://rubriknews.com/polemik-beasiswa-mahasiswa-disarankan-lakukan-upaya-hukum/

” Kami tidak muluk-muluk mempertanyakan ini dan ingin bertemu Bupati ini, hanya untuk mengadu lantaran kami dan rekan-rekan sudah terancam di DO lantaran tertunggaknya iuran semester kami selama satu tahun,” bebernya.

Harapannya, dengan dilakukan demo ini Bupati mau bertemu dengan mahasiswa. Mengingat sudah tiga surat pengaduan, serta sudah didatangi dan juga sudah mengadu ke dewan, ia dan rekan-rekan tidak mendapatkan solusi atas nasibnya di Unras tersebut.

https://rubriknews.com/miris-nasib-dunia-pendidikan-mahasiswa-diujung-tanduk-bupati-justru-terkesan-cuek/

” Semoga dengan seperti ini baru pak Bupati mau menemui kami, karena kami sudah berupaya beberapa kali untuk mengadu akan nasib kami ini ke Bupati belum dapat bertemu, karena nasib kami dalam menimba ilmu di Unras sudah benar-benar terancam. Kami menyadari, kami ini bukan dari keluarga mampu, jadi jika harus membiayai sendiri biaya kami menimba ilmu di Unras, itu tidak akan sanggup. Jadi harapan kami, pak Bupati berkenan berbaik hati memberikan solusi kepada kami,” harapnya.

Sementara diketahui, mahasiswa dan dia sendiri merasa sudah membayarkan uang semester tahun 2017, setelah dipotong saat pembagian uang beasiswa oleh pihak YRSAM. Sejauh ini sambung Yoki, tunggakan uang semester mereka sebesar Rp 1,8 Juta dikali dua semester menjadi Rp 3,6 Juta/permahasiswa.

https://rubriknews.com/polemik-dualisme-kepengurusan-dosen-unras-inilah-karma-bagi-yayasan-dan-rektor/

“Kami tidak mengetahui secara pasti seperti apa jalur penyaluran dana beasiswa dari Pemkab tahun 2017 kemarin, yang pasti kami merasa uang semester sudah dipotong saat pembagian di aula Unras. Pertanyaan kami, kemana dana itu kok kami dibilang masih nunggak,” jelas Yoki.

Untuk diketahui perjuangan para mahasiswa ini untuk mencari tempat mengadu terkait nasibnya tersebut, Bupati BU Ir. Mi’an justru terkesan cuek. Hal ini terlihat, tidak adanya respon baik dari Bupati maupun petinggi Pemkab, untuk merespon kedatangan para mahasiswa ke Pemkab beberapa waktu lalu, hanya untuk meminta penjelasan terkait beasiswa dari Pemkab BU untuk mahasiswa, yang sudah dikucurkan oleh Pemkab ke Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSAM), dimana didalamnya termasuk adanya untuk pembayaran uang semester mahasiswa tahun 2017.

 

Laporan : Effendi

Related posts

Leave a Comment