Miris, Nasib Dunia Pendidikan Mahasiswa Diujung Tanduk Bupati Justru Terkesan Cuek

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Miris sekali nasib 90 mahasiswa Universitas Ratu Samban (Unras) Arga Makmur, yang diketahui terancam di Droup Out oleh pihak Unras era kepemimpinan mantan Bupati BU Ir. Imron Rosyadi, lantaran tertunggaknya uang pembayaran sebanyak dua semester. Ironisnya, mendapati nasib dunia pendidikan di BU yang tengah diujung tanduk ini, Bupati BU Ir. Mi’an justru terkesan cuek. Hal ini terlihat, tidak adanya respon baik dari Bupati maupun petinggi Pemkab merespon kedatangan saat para mahasiswa sebanyak 90 orang mendatangi Pemkab, untuk meminta penjelasan terkait beasiswa dari Pemkab BU untuk mahasiswa, yang sudah dikucurkan oleh Pemkab ke Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSAM), dimana didalamnya termasuk adanya untuk pembayaran uang semester mahasiswa tahun 2017.

Diakui oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unras Yoki Ramadhan, yang juga merupakan salah satu penerima beasiswa Pemkab, mengatakan. Pihaknya mendatangi Pemkab ini untuk meminta penjelasan terkait bagaimana jalan keluar atas beasiswa yang belum dibayarkan tersebut. Sementara diketahui, mahasiswa dan dia sendiri merasa sudah membayarkan uang semster setelah dipotong saat pembagian uang beasiswa oleh pihak YRSAM bahwa dana beasiswa dari Pemkab BU. Sejauh ini sambung Yoki, tunggakan uang semester mereka sebesar Rp 1,8 Juta dikali dua semester menjadi Rp 3,6 Juta/permahasiswa.

“Kami tidak mengetahui secara pasti seperti apa jalur penyaluran dana beasiswa dari Pemkab tahun 2017 kemarin, yang pasti kami merasa uang semester sudah dipotong saat pembagian di aula Unras. Pertanyaan kami, kemana dana itu kok kami dibilang nunggak,” jelas Yoki.

Pihaknya sangat menyayangkan, kedatangannya bersama dengan rekan lainnya tidak mendapatkan respon positif dari pihak Pemkab BU, baik Bupati maupun petinggi lain di Pemkab yakni Sekda BU Haryadi, Asisten dan lainnya tidak ada yang mau menemui dan mendengarkan keluhan dirinya dan mahasiswa ini. Padahal diakuinya, surat sudah yang kedua kali dikirim ke Pemkab, yang mempertanyakan soal nasib mahasiswa, mengingat sebanyak 90 orang mahasiswa penerima beasiswa terancam DO oleh pihak Unras dinasti Imron.

” Kami harap ada itikad baik dari pihak yang bertangggung jawab atas persoalan ini. Dan kami tidak akan tinggal diam, karena anggaran yang sudah dikucurkan pihak Pemkab BU tahun 2017 tersebut, menentukan nasib pendidikan kami,” tandasnya.

Laporan : Effendi

Related posts

Leave a Comment