Peran Dewas Yayasan Dipertanyakan?, Atas Polemik Beasiswa Unras Ini

RubrikNews.com, BENGKULU UTARA – Rektor Unras versi YRS Imron Rosyadi, mempertanyakan peran Dewan pengawas (Dewas) dalam polemik yang menimpa 90 orang mahasiswa Unras, yang ia nyatakan belum membayar uang Spp sebanyak dua semester, ditambah lagi dengan uang lainnya. Imron menegaskan, mengingat pengelolaan uang kucuran dari pemkab tahun 2017 untuk pembayaran dua semester mahasiswa Unras dikelola oleh YRSAM, dengan Rektoratnya Sugeng Suharto. Seperti apa dewas menanggapi hal ini, bagaimana bisa dana yang dimaksud tidak terkelola dengan baik untuk mahasiswa. Sementara yang lebih menariknya, seorang dewas bagaimana bisa menjabat di dua yayasan?.

Menurut Imron, pengucuran dana hingga pembagian beasiswa, termasuk dilakukannya pembayaran honor dan gaji dosen serta staf yang diakui oleh pihak YRSAM, seyogyanya diketahui Dewas yayasan. Karena ini menyangkut, kredibilitas yayasan. Namun pertanyaannya saat ini, pengawas yayasan yang saat ini diketahui salah satunya menjabat sebagai Asisten I Setdakab BU Edi Subroto itu berada di yayasan mana?. Diketahui, Edi Subroto sebelum ini merupakan pengawas YRS dimana saat itu Plt Ketua YRS Ramadanus, SE, yang saat ini menjabat sebagai Asisten III Setdakab BU. Setelah YRSAM dibentuk oleh Bupati Bu Ir. Mi’an berdasarkan pengakuan Iskandar Kasim selaku dewan pendiri yayasan, dewas juga dijabat oleh Edi Subroto. Lalu, seperti apa seorang Edi Subroto dapat menjabat dewas di dua yayasan, bagaimana dengan pengawasan yang telah dilakukan oleh seorang Edi Subroto terhadap pengelolaan keuangan yang dikucurkan oleh Pemkab BU.

” Patut dipertanyakan, seorang Asisten I Setdakab BU menjadi dewan pengawas di dua yayasan. Bagaimana dia mengawasi pengelolaan uang negara yang dikucurkan kepada yayasan yang bukan penyelenggara Unras. Lalu yang patut digaris bawahi, seperti apa legalitas pengucuran dana beasiswa ini dari Pemkab dimana seorang dewan pengawas yayasan juga menjabat sebagai Asisten I Setdakab yang diketahui memiliki peran penting terhadap masalah ini,” singkat Imron.

Laporan : Effendi

Related posts

Leave a Comment