Abrasi Pantai, Nelayan Tapak Paderi Menjerit

RubriKNews.com, BENGKULU – Kesusahan dialami 40 orang lebih nelayan pantai Tapak Pederi Kelurahan Kebun Keling Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, sejak bulan Desember 2017 lalu. Bagaimana tidak, para nelayan ini mulai menjerit lantaran kesusahan untuk mendaratkan kapalnya ke bibir pantai. Pasalnya,  kawasan bibir pantai Tapak Paderi mengalami abrasi hingga 40 meter lebih. Hal ini diakui oleh Samsul, selaku nelayan setempat kepada awak media Rabu (3/1).

” Iya benar, kami sejak bulan Desember 2017 kemaren mengalami permasalahan tidak bisa mendaratkan kapal setelah melaut,” ungkapnya.

Kesusahan ini dijelaskannya, abrasi di bibir pantai tapak paderi sudah dinilai sangat parah, terlebih lagi ombak yang tinggi hingga mencapai 3 sampai 7 meter yang terjadi terus pada sore hari, terus menggerus bibir pantai.

” Sudah banyak akibat yang terjadi akibat abrasi ini, diantaranya banyak kapal nelayan yang rusak dan hancur akibat ombak yang disertai badai,” bebernya.

Untuk itu, ia mewakili nelayan lainnya berharap kepada pihak Pemerintah, khususnya Pemkot ataupun Pemprov Bengkulu agar dapat menindaklanjuti masalah abrasi ini. Dimana, pihaknya sangat mengharapkan sekali adanya pemecah ombak yakni pembangunan Break Water Pondasi. Hal ini sangat dibutuhkan nelayan, mengingat dahulu sebelum menggeliatnya pembangunan yang menghabiskan pohon-pohon dibibir pantai, dimana bibir pantai masih daratan dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

” Saat ini pemandangan seperti dulu sudah tidak ada lagi, karena sejumlah pohon yang semestinya menjadi penahan tebing sudah ikut tergerus ombak. Untuk itu, harapan kami Pemerintah dapat membantu kesusahan kami ini,” imbuhnya.

 

Laporan : AD Anto
Editor : Effendi

Related posts

Leave a Comment