RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Sejatinya, seorang yang memangku jabatan merupakan orang yang berpendidikan, dan mengerti akan moral dan tanggungjawab serta tingkah laku. Namun tidak untuk pejabat yang satu ini, sebut saja inisialnya Mo (50) pejabat disalah satu OPD dilingkungan Pemkab Bengkulu Utara yang disebut diduga telah melecehkan salah satu perempuan, sebut saja namanya Noti (36) warga Kecamatan Arga Makmur Bengkulu Utara. Diketahui, aksi pelecehan yang dilakukan oleh oknum pejabat ini, telah merendahkan martabat seorang perempuan melalui pesan singkat di salah satu akun media sosial.
Kepada awak media Noti, tidak terima telah dilecehkan oleh oknum pejabat tersebut. Dimana, kejadiannya beberapa waktu lalu, di pagi hari. Pada pesan singkat medsos itu, oknum pejabat ini menyebut tidak tahan melihat photonya. Ketika itu, Noti menimpalinya dengan kata-kata agar menjaga etika. Namun oknum pejabat ini, justru kembali menimpalinya dengan kata-kata kasar, yang menyebutkan bahwa Noti “Sok Jual Mahal”.
“Saya merasa direndahkan, dan saya tidak terima. Dia (Oknum pejabat,red) saya ini perempuan apa?. Pagi-pagi sudah bilang kata-kata yang tidak berpendidikan, kemudian merendahkan saya dengan kata-kata menghina seperti “Taik kau, sok jual mahal nian”,” jelas Noti.
Lebih jauh Noti menerangkan, pihaknya meminta kepada oknum pejabat itu agar segera meminta maaf. Karena ini sudah sebuah pelecehan terhadap perempuan, yang layaknya menilai dirinya wanita yang menjajakan diri. Padahal, dirinya tidak seperti itu, terlebih lagi dalam menampilkan photonya di akun medsosnya, tidak pernah menampilkan photo vulgar. Namun, justru ditimpali oleh oknum pejabat itu seolah-olah dirinya ini wanita murahan.
“Saya minta pejabat itu segera meminta maaf, karena ini sudah harga diri saya yang direndahkan, layaknya saya ini perempuan yang menjajakan diri untuk memuaskan nafsu lelaki. Saya tidak begitu pak, dan semestinya seorang pejabat yang berpendidikan itu, dapat lebih menjaga etikanya terlebih lagi dalam memperlakukan perempuan yang tidak dikenalnya,” imbuhnya.
MO : Saya Khilaf
Menanggapi hal ini, Mo yang dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, tidak menampik kejadian ini. Namun, ia membantah jika dirinya telah merendahkan Noti. Ia mengaku, dirinya dalam mengirim pesan singkat, salah alamat, yang dikiranya teman sekolahnya dulu. Namun ketika disinggung, jika memang salah alamat, mengapa justru mengeluarkan kata-kata “sok jual mahal” kepada perempuan yang dikiriminya pesan singkat itu. Ia tidak bisa menjawab, dan hanya mengatakan dihadapan awak media, minta tolong jangan dipublikasikan.
“Kejadiannya tidak seperti itu dek, saya salah alamat. Saya kira yang saya kirimi pesan singkat adalah temen saya. Mengenai kata-kata “sok jual mahal“, saya tidak bisa berkata-kata dek, saya khilaf dan sudah meminta maaf melalui pesan singkat yang sama. Namun jika memang ini mau dipublikasikan, ya sama saja dengan menghancurkan saya. Saya hanya bisa pasrah,” singkat Mo kepada awak media.
Laporan : Redaksi

