882.514 Pelamar Dipastikan Gugur

RubriKNews.com, BENGKULU – Meski pelaksanaan tes CPNS belum digelar, tetapi sudah dipastikan ratusan ribu pelamar CPNS di dua intansi yakni Kementerian Hukum dan HAM serta Mahkamah Agung dinyatakan gugur. Dari 901.274 orang yang sudah mendaftarkan diri, hanya 19.210 kursi CPNS yang tersedia. Sehingga akan ada 882.514 pelamar yang akan gugur.

‘’Proses pendaftaran terus diterima. Tapi menjelang akhir pendaftaran ditutup jumlahnya menurun. Rinciannya untuk pendaftar Kemenkumham sebayak 874.070 dan MA sebanyak 27.204 orang. Bahkan masih ada sebanyak 7.335 pelamar lagi masih diminta untuk mengaplod ulang dokumennya karena terkendala akibat NIK,’’ ujar Suwardi kepada RB kemarin.

Dikatakan Suwardi, untuk tahapan jadwal tidak ada perubahan. Sesuai dengan aturan yang sudah diumumkan. Pihaknya juga sudah melakukan simulasi Computer Assisted Test (CAT) pelaksanaan tes CPNS. Tujuannya agar pelamar dapat memahami proses pelaksanaan tes nantinya.

‘’Kita sudah lakukan simulasi. Tujuannya agar tidak ada persoalan bagi peserta yang memenuhi syarat administrasi nantinya dalam pelaksanaan tes,’’ bebernya.

Ditambahkan Suwardi, untuk penerimaan CPNS umum di Pemda belum ada kepastian. Sebab pihaknya masih menunggu proses penggodokan kebutuhan ASN sesuai usulan dari masing-masing daerah. Kemudian perhitungan kemampuan keuangan APBD-nya. Karena bagi yang APBD sudah di atas 50 persen untuk membayar gaji, maka sulit diberikan formasi.

‘’Kalaupun ada untuk CPNS di Pemda itu, hanya formasi tenaga kesehatan dan guru. Serta beberapa tenaga teknis yang berkaitan dengan program Nawa Cita. Seperti penyuluh pertanian, hukum dan teknis lainnya,’’ jelasnya.

Sementara Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu Ilham Djaya, SH, MH, M.Pd melalui Kabid Humas Abdul Hamid, SH, MH mengakui kalau untuk kuota formasi CPNS di Kanwil Hukum dan HAM Bengkulu dipastikan ada 4.724 orang akan gugur. Sebab dari pendaftar sebanyak 4.987 orang diterima hanya 263 orang.

‘’Sekarang ini proses verifikasi berkas masih dilakukan. Sembari menunggu penutupan pendaftaran melalui online secara serentak nasional. Tinggal lagi dari pendaftar itu peluang berkurang jika ada yang tidak lengkap administrasi,’’ bebernya.

Diakui Hamid, untuk pelaksanan tes, khusus formasi SLTA sederajat dilakukan di Gedung Balai Buntar. Yakni tes Kesamaptaan. Kemudian untuk formasi Sarjana dan Dokter dilakukan sistem CAT di Poltekes dan Unib. Namun dari pendaftar terbanyak untuk formasi SLTA.

‘’Pelamar formasi SLTA sebagai petugas sipir itu karena kuotanya banyak 240 orang. Sedangkan dokter dan sarjana hanya 23 orang. Bahkan banyak sarjana yang akhirnya mendaftar menggunakan ijazah SLTA,’’ demikian Abdul Hamid.

Related posts

Leave a Comment