Warga Komplek Kandepag, Keluhkan Fogging Dinkes Bengkulu Utara Tidak Tepat Sasaran

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Warga Komplek Kadepag desa Rama Agung Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, keluhkan pelayanan Dinas kesehatan Bengkulu Utara untuk mencegah susfec DBD, yang melakukan fogging. Bagaimana tidak, fogging yang dilakukan dinilai tidak tepat sasaran dan pilih kasih. Ironisnya, yang disesalkan warga kediaman siapa yang terkena susfec DBD, justru rumah eks Kepala Dinas Kesehatan Ikhsan yang di fogging. Hal ini diakui, oleh Asmadi warga komplek Kadepag BU kepada awak media.

“Warga komplek Kadepag susfec DBD berjumlah 3 orang, namun yang difongging justru warga yang tidak terkena susfec. Ironisnya justru rumah eks Kadinkes BU lagi, yang dilaksanakan Rabu sore (21/8) sekitar pukul 18.20 WIB. Kami sangat kecewa sekali, yang difoging hanya 4 rumah yang bukan terkena susfec DBD,” ujarnya.

Pihaknya pun mempertanyakan, efektifnya fogging itu sebenarnya pukul berapa?. Masa iya, fogging dilakukan disaat masyarakat sudah mendekati waktunya istirahat dirumah. Selain itu, yang terkena susfect itu rumahnya Nofriadi, Titin dan Fadel yang saat ini ia masih dirawat di RSUD Arga Makmur. Namun, fogging justru full dilakukan di rumah eks Kadinkes Bengkulu Utara, dan rumah Rini dan Kartini. Ini dinilainya sudah tidak lazim dan tidak pas.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, sejatinya Dinkes itu mementingkan masyarakat, bukannya karena adanya kepentingan pribadi atau kepentingan lainnya. Ini, siapa yang terkena susfec, justru siapa yang mendapatkan perhatian. Aneh. Kami harap ini menjadi pembelajaran bagi Dinkes, kalau mau memberikan kesehatan kepada masyarakat, jangan pilih kasih dong. Semua masyarakat itu sama, dan memiliki hak untuk diperhatikan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Kadinkes : Fogging Idealnya Jelang Maghrib

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara Syamsul Maarif ketika dikonfirmasi menjelaskan. Bahwa, waktu untuk dilakukannya fogging itu, sesuai dengan Standart Operasional Procedure (SOP) pada sore hari menjelang Maghrib. Atau, di pagi hari setelah subuh. Kendati demikian, yang paling baik itu, agar melakukan pencegahan dengan tetap menjaga 3 M plus.

“SOP nya memang hanya di sekitar suspect/penderita DBD. Ssore hari sampai maghrib, atau pagi-pagi setelah subuh. Namun, kadang terkendala aktifitas masyarakat, jika pagi-pagi belum bangun. Yang paling baik, untuk pencegahan tetap 3 M plus, butuh kesadaran masyarakat untuk menguras penampungan air bersih seminggu sekali, menutup penampungan air, daur ulang atau mengubur kaleng-kaleng bekas,” singkatnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment