Viral Oknum Perwira Polisi Aniaya Ibu-Ibu, Kapolri Langsung Ambil Sikap

RubriKNews.com, JAKARTA – Aksi anarkis oknum perwira menengah Kepolisian berinisial Yu yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kilas Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung, langsung mendapatkan respon dari Kapolri Jendral Tito Karnavian dimana jabatannya langsung dicopot. Bagaimana tidak, aksi ini dikecam keras oleh orang nomor satu di institusi kepolisian tersebut lantaran diduga telah melakukan aksi penganiayaan yakni pemukulan menggunakan kaki serta tangan terhadap dua orang ibu dan seorang anak.

Aksi penganiayaan oknum polisi terhadap ibu dan anak viral di medsos

Diketahui kejadian ini terjadi di salah satu swalayan diwilayah Bangka Belitung, dimana kronologi terhimpun kejadian ini terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Dalam rekaman itu, Yu terlihat beberapa kali menendang seorang ibu paruh baya yang duduk bersimpuh.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan pencopotan Yu dilakukan setelah aksi tersebut diketahui oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Menurutnya, Tito marah karena aksi Yu tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri

“Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya),” kata Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (13/7).

Ia pun menegaskan aksi Yu tidak mencerminkan sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat. Yu kini telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akan diisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono.

Terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Abdul Mun’im mengatakan Aksi penganiayaan yang diduga dilakukan Yu terhadap dua orang ibu dan seorang anak tersebut diduga karena dilatarbelakangi oleh aksi pencurian. Menurutnya, Yu menduga dua ibu dan seorang anak tersebut telah melakukan pencurian bersama empat orang lainnya di dalam tokonya. Kekesalan Yu diduga kian bertambah lantaran dua orang ibu dan seorang anak tersebut tidak mau mengakui perbuatannya.

“AKBP Yu terpancing emosi, karena mereka ramai-ramai maling. Saat yang tertangkap ditanya, bilangnya tidak tahu semua,” tuturnya.

Laporan : Redaksi
Sumber : WWW.CNNIndonesia.com

Related posts

Leave a Comment