Usai Ditemukan, Ida Tidak Sadarkan Diri 12 Jam
4 Tahun Belum Dikaruniai Anak

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ida Susanti (22) warga desa Banyu Mas Baru Kecamatan Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara (BU), yang menjadi korban penculikan makhluk halus pada Senin sore (25/9), usai ditemukan warga di Jembatan Desa Talang Jarang Kecamatan Air Napal, tidak sadarkan diri selama 12 Jam. Hal ini disampaikan Suprayitno, orang tua Ida ketika disambangi awak media Rabu (27/9).

” Alhamdulillah Ida berhasil ditemukan, namun setelah ditemukan usai solat Subuh Selasa pagi kemaren, ia tidak sadarkan diri selama 12 jam, dan baru bangun pada sore harinya,” ungkapnya dengan sedih melihat kondisi anaknya.

Suprayitno menceritakan, awal mula putri tuanya yang sudah 4 tahun menikah dengan Eko (28) namun belum dikaruniai momongan ini, seperti yang ditirukannya atas pengakuan Ida setelah mau sedikit berbicara, mengatakan. Ida yang tidak mengetahui hingga saat ini, bahwa dirinya telah diculik makhluk halus tersebut, mengaku saat membonceng nenek-nenek yang meminta bantuannya untuk diantar pulang ke wilayah desa Lubuk Durian itu, sempat disajikan makan dan minum kopi. Setelah itu, ia yang pamit ingin pulang ditahan oleh nenek itu, tidak diizinkan dengan alasan takut tersesat. Sementara Ida sendiri juga bingung, dia tengah berada dimana karena lingkungan pondok tempat nenek itu, tidak ia kenal.

” Kalau kata Ida, disekitar rumah nenek itu ada perumahan lainnya yang kecil-kecil sama seperti pondok nenek itu. Namun, sebenarnya Ida juga curiga, mengapa tidak ada lampu listrik disetiap rumah yang dilihatnya itu. Karena kondisi gelap, ia pun menuruti permintaan nenek itu untuk tidak pulang,” ungkapnya

Lanjut Suprayitno bercerita, masih dengan pengakuan Ida. Selanjutnya, Ida mendengar suara ponselnya berbunyi yang mana saat itu ibunya yang menelepon. Ironisnya, Ida mengaku dirinya tidak berkata sepatah katapun saat dihubungi. Namun ia justru mendengar ada suaranya yang menjawab semua pertanyaan ibunya dan Suprayitno, yang menanyakan dimana keberadaannya.

” Kata Ida dia tidak pernah menjawab telpon siapapun. Tapi dia tahu, ponselnya berdering terus, dan ia mendengar ada suara dia yang menjawab telpon, sementara Ida sendiri mengaku tidak tahu kapan ia pernah mengangkat telpon itu,” bebernya.

Menariknya lagi, Ida tahu kalau ada suara bapaknya yang menelepon, yang meminta Ida membangunkan nenek-nenek yang mengajaknya tadi, yang telah tertidur setelah menyajikan Ida nasi putih dan kopi, dan juga melarang Ida untuk pulang. Saat itu kata Ida lagi, ia sempat menuruti apa yang disampaikan oleh bapaknya, namun nenek itu tidak mau bangun dan setelah itu Ida sendiri tidak sadarkan diri, hingga ia tiba dirumahnya lagi.

” Kami sempat menanyakan, bagaimana rupa nenek itu, seperti apa bentuk pondoknya. Namun, Ida sendiri tidak ingat, karena setelah ia di layani dan nenek itu tidur, Ida juga tidak tahu lagi karena perasaannya sudah senyap, dan bangun sudah ada dirumah ini,” jelas pria dengan kumis tebalnya ini.

Kemudian, Suprayitno pun menceritakan kekhawatirannya atas hilangnya putri tuanya tersebut. Dimana pada awalnya, ia tidak menyadari kalau putrinya ini diculik makhluk halus, justru ia berfikir keluyuran. Namun setelah dihubungi ibunya, dan ada jawaban diujung ponsel itu, bahwa ia tengah bersama dengan nenek-nenek di sebuah pondok, saat itu ia mulai curiga namun belum mempercayai pengakuan putrinya itu. Setelah ia berkoordinasi dengan keluarga yang juga merupakan orang yang tau, baru disitulah ia tahu kalau putrinya ini tengah diculik makhluk halus.

” Setelah saya sadar anak saya diculik, saya bersama dengan warga desa saya langsung mencari ke tempat yang ditunjuk oleh orang yang tau tadi, keberadaan Ida saat diculik. Namun sayangnya, setibanya ditempat itu bersama dengan warga desa Sawang Lebar yang sebelumnya sempat saya pamit, agar tidak menimbulkan kesan buruk kami mencari anak kami itu, ternyata Ida tidak juga kunjung ditemukan dilokasi yang dimaksud. Namun setelah dilihat lagi, Ida ada disekitar itu yang terletak di desa talang Leteng Kecamatan Air Napal namun dengan beda alam, yang mana disekitar itu terdapat kuburan keramat yang sudah berusia ratusan tahun,” kenangnya saat melakukan pencarian Ida pada malam hari tersebut.

Bagaimana Ida bisa ditemukan di Jembatan desa Talang Jarang Kecamatan Air Napal, Suprayitno menambahkan. Saat itu, setelah adanya komunikasi orang yang tau dengan makhluk halus yang menculik Ida ini, bahwa Ida dikembalikan usai adzan subuh, dengan lokasi dekat jembatan. Saat ditemukan, Ida dengan posisi terkulai lemas duduk diatas sepeda motornya Yamaha Mio dengan kepala diatas stang motor. Melihat hal tersebut, paman Ida sempat melarang dirinya untuk menolong Ida, lalu yang langsung merangkul tubuh Ida yang langsung jatuh dari motornya, pamannya langsung membawanya ke rumah. Ketika dirumah, ia dan istrinya serta suaminya Eko, sempat khawatir karena Ida tidak kunjung sadarkan diri beberapa jam dan hingga 12 jam. Namun sorenya Ida bangun, dengan mata yang melotot keatas serta mengamuk yang nyaris tidak dapat dipegang oleh orang sembilan.

Suami-Ida-Eko,-bersama-dengan-sepeda-motor-yang-dikendarai-Ida,-saat-diculik-makhluk-halus

” Ida ditemukan usai kemunikasi, dan kami pun dengan sabar menunggu sesuai petunjuk orang yang tau. Setelah adzan subuh tiba Ida muncul dan ditemukan di dekat jembatan talang Jarang, dengan kondisi tidak sadarkan diri dan terkulai lemas. Namun sekarang dia sudah mendingan dan mau diajak ngobrol dan tidak suka mengamuk lagi, itupun sesudah saya menjalankan amanah makhluk halus yang berada ditubuh Ida, ketika ia mengamuk meminta agar menyembelih ayam cemani, dilokasi kuburan keramat desa Talang Leteng, dan ayam polos dimana Ida ditemukan dekat jembatan desa Talang Jarang. Setelah itu, Ida berangsur pulih namun masih terlihat shock,” tambahnya.

Untuk diketahui, dimana Ida bertemu dengan makhluk halus yang menyerupai sosok nenek-nenek itu, disekitar wilayah tikungan patah desa Sawang Lebar. Untuk itu, Suprayitno menghimbau agar masyarakat yang melintasi wilayah itu, untuk dapat selalu mengucapkan ayat-ayat suci, agar terhindar dari gangguan seperti yang dialami putrinya.

” Saya bukannya mau menakut-nakuti, namun apa yang terjadi terhadap putri saya, saya harap tidak lagi terjadi pada orang lain. Untuk itu, ketika melintasi tikungan patah dimana Ida bertemu dengan nenek-nenek yang dipanggil oleh Ida mbah itu, untuk selalu mengucapkan ayat-ayat suci, serta jangan diwaktu Maghrib dan Subuh juga waktu solat Dzuhur. Karena prediksi saya, diwaktu-waktu itulah Ida mendapatkan apesnya,” demikian Suprayitno.

 

 

Laporan : Effendy

Related posts

Leave a Comment