Tambal Sulam Dinas PUPR Bengkulu Utara Terancam Sia-sia

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dinas PUPR Bengkulu Utara tahun anggaran 2021 ini, telah mengalokasikan anggaran kurang lebih sekitar Rp. 700 Juta, guna melakukan perbaikan ringan alias tambal sulam di beberapa titik jalan, yang berlubang di dalam Kota Arga Makmur Bengkulu Utara. Namun ironisnya, pekerjaan tambal sulam ini terancam sia-sia. Pasalnya, pekerjaan ini menjadi sia-sia karena belum tertatanya drainase, yang ada di Kabupaten BU, yakni terjadinya penyumbatan dan terindikasi adanya unsur kesengajaan merusak drainase, terutama di beberapa titik tambal sulam, yang akan dikerjakan pihak instansi.

Hal ini terlihat, dari pantauan awak media dilapangan, seperti halnya di depan Terminal Purwodadi Arga Makmur. Dimana, jelas terlihat para pekerja dari UPTD Workshop Dinas PUPR BU sudah melakukan patching terhadap lubang jalan yang akan ditambal. Namun, belum rampung pekerjaan ini, ketika hujan turun material tersapu, lantaran debit air di drainase, yang tidak bisa terkendali hingga naik ke badan jalan, dan menghanyutkan material yang sudah sempat di lindas tersebut. Alhasil, secara kasat mata penyebab dari tidak terkendalinya debit air hujan itu, disebabkan karena buntunya beberapa titik aliran drainase. Menariknya lagi, setelah dilihat lebih jauh, ada salah satu toko milik masyarakat, yang terindikasi dengan sengaja menutup aliran drainase tersebut, dengan batu-batuan besar.

Hal ini pun diakui oleh Nov, ketika dikonfirmasi awak media, yang melihat langsung ketika hujan turun, debit air hujan yang semestinya mengalir melalui drainase, justru naik ke badan jalan. Setelah ia melihat secara seksama dengan beberapa masyarakat lainnya, ia melihat salah satu toko terindikasi dengan sengaja menutupi drainase tersebut, dengan batu.

“Bagaimana pekerjaan tambal sulam ini mau bertahan lama memberikan manfaat kepada masyarakat, jika tata ruang drainase untuk aliran air, agar tidak naik ke badan jalan tidak ditata dengan baik. Nah sejauh ini, kami masyarakat awam juga melihat kondisi ini, tidak bisa selalu menyalahkan pemerintah, namun ada oknum pemilik toko yang terindikasi sengaja menyumbat saluran drainase ini, sehingga membuat luapan air naik ke badan jalan,” ujar Nov.

Ia pun meminta, agar pihak dinas terkait segera menindaklanjuti hal ini, dengan harapan apa yang dicanangkan oleh pemerintah ini untuk menambal lubang di jalan raya, dapat bertahan lebih lama dan memberikan manfaat, yang baik bagi masyarakat. Untuk itu, tidak ada salahnya pihak dinas terkait melihat langsung kondisi ini, agar dapat mengambil tindakan lebih jauh. Jika pun ini terindikasi ada unsur kesengajaan, pemerintah jangan berdiam diri, dan segera mengambil tindakan kepada pemilik toko yang dinilai merusak aset tersebut.

“Lihat sendiri saja pak, itu jelas-jelas drainase buntu akibat ditimbun dengan batu batu besar. Bagaimana air mau lewat, kalau drainasenya sendiri di rusak seperti itu. Kepada Pemerintah segeralah mengambil tindakan,” imbuhnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment