Sst.. Masyarakat Bengkulu Utara Dinilai Dirugikan Atas Pungutan Retribusi IMB

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait, pungutan retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yang telah dilakukan oleh pihak Pemkab Bengkulu Utara, beberapa tahun belakangan ini. Salah satu Kepala Seksi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bengkulu Utara, dipanggil Satgas Saber Pungli BU. Dalam pemanggilan ini terkuak, bahwa pungutan yang telah dilakukan oleh Pemkab terhadap masyarakat untuk pengurusan IMB, dinilai telah merugikan. Bagaimana tidak, pungutan tersebut disinyalir belum memiliki payung hukum yang kuat, hal ini pun sudah dibeberkan oleh anggota legislatif BU, dan juga dibenarkan oleh Bagian Hukum Setdakab BU.

“Iya, mereka (Kasi DPUPR,red) telah mengaku tetap memungut uang retribusi IMB, meskipun payung hukum yang sempat diajukan tahun 2017 ditolak, lantaran disinyalir belum memiliki dasar hukum dan analisa akademik yang jelas,” ujar Ketua Satgas Saber Pungli BU Kompol Erwin, S.Ik kepada awak media.

Erwin pun membeberkan, hasil tanya jawabnya dengan pihak pemungut retribusi tersebut. Diketahuilah, bahwa pungutan yang telah dilakukan dengan dugaan tanpa dasar hukum yang jelas tersebut, sudah berlangsung lama dan sudah mencapai ratusan juta rupiah. Hal tersebut, berdasarkan pengakuan pihak DPUPR, dimana sepanjang tahun 2017, retribusi yang telah berhasil dipungut mencapai Rp. 150 Juta, dan untuk tahun 2018 mencapai Rp. 250 Juta. Maka, itu dinilai menyalahi, dan pihaknya akan segera memerintahkan pihak Inspektorat, untuk melakukan pemeriksaan awal.

“Kita akan melihat dari berbagai macam sisi, mulai dari dasar pungutan yang dapat dikategorikan pungutan liar. Lantaran, melakukan pungutan terhadap orang banyak, tanpa payung hukum yang jelas. Kemudian, adanya indikasi pembiaran. Yang mana, payung hukum pungutan ini dibiarkan terkesan cacat hukum. Ini akan kita kembangkan, seperti apa kerugian yang akan diselidiki, mulai dari pemerintah hingga masyarakat,” demikian Erwin.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment