Sst, Informasinya Warga Karantina Covid 19 Menjerit, Kebutuhan Tidak Dipenuhi

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kamis malam (7/5), wisma karantina Covid 19 Bengkulu Utara mendadak heboh. Bagaimana tidak, informasi yang berhasil dihimpun warga yang dikarantina menjerit lantaran kebutuhan sehari-harinya tidak dipenuhi oleh pihak terkait. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang warga Karantina yang namanya enggan disebutkan, yang sempat menginap di wisma karantiana covid 19.

“Iya pak, apa tidak mikir mereka yang terkait dengan pelayanan di wisma karantina ini, kami juga memiliki kebutuhan sehari-hari, sementarakami tidak diperkenankan untuk berbuata apa-apa. Lalu, bagaimana kami memenuhi kebutuhan sehari-hari kami?,” ujarnya.

Disinggung kebutuhan sehari-hari seperti apa yang dimaksud, warga ini menyebutkan seperti Rinso, Tissue, sabun mandi dan kebutuhan lainnya, sangat dibutuhkan disini (Wisma Karantina,red). Mirisnya lagi, warga ini mengaku dirinya dan warga wisma karantina lainnya hanya diberikan kebutuhan diawal, dengan ukuran yang sangat kecil, dan itu disebut untuk kebutuhan selama 14 hari. Apakah seperti ini pelayanan di wisma karantina, lalu dimana dana covid penanggulangan bencana ini jika penghuni karantina ini diperintah harus memenuhi kebutuhannya sehari-hari dengan modal sendiri.

“Bagaimana kami mau ada uang pak, sementara kami disni tidak diperkenankan melakukan apa-apa. Kami disini, tidak semua memiliki uang pak. Kami harap, pak bupati atau pihak terkait, tolonglah diperhatikan jika memiliki keinginan untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 ini,”imbuhnya.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinkes BU Syamsul Ma’arif yang dikonfirmasi melalui via pesan singkat Whatsapp belum menjawab sepatah katapun. Namun, Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an yang dikonfirmasi melalui pesan singkat, langsung merespon dengan menjawab, dirinya akan segera melakukan pengecekan dan menegaskan untuk segera ditindaklanjuti.

“Terimakasih infonya, akan saya cek jajaran dan akan ditegaskan untuk dijadikan perhatian,” singkat Mi’an.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment