Soal Sanksi ASN Terlibat Dugaan Pelecehan Seksual, Asisten III Hanya “Omdo”

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait Aparatur Sipil Negara (ASN), dilingkungan Pemkab Bengkulu Utara, ada yang terlibat cabul. Dimana, tanpa diberikan sanksi, oleh Bupati Bengkulu Utara. Malah, justru menerima penghargaan (APE). Mendapatkan sindiran keras, dari anggota legislatif Bengkulu Utara. Terlebih, statemen Asisten III Setdakab Bengkulu Utara, yang akan membentuk tim, untuk sanksi dinilai hanya Omong Doang (Omdo). Hal ini diungkapkan, oleh Dedi Syafroni selaku anggota DPRD Bengkulu Utara.

“Miris memang, Kepala Daerahnya mendapatkan penghargaan dibidang perlindungan perempuan. Namun ASNnya yang terlibat cabul, justru melenggang tanpa diberikan sanksi,” ujar Dedi.

Dedi, mengkritisi keras sikap Kepala Daerah yang tidak tegas terhadap ASN dilingkungan Pemkab BU, yang jelas terlibat cabul. Dalam hal ini, seyogyanya dikatakan Dedi. Bupati, agar bisa diakui atas penghargaan, yang diterimanya tersebut. Harusnya, dapat benar-benar melindungi kaum perempuan, terlebih lagi terhadap ASN dilingkungan pemkab BU.

“Mana ketegasan Bupati, apa arti penghargaan APE itu. Jika, anda sendiri membiarkan ASN, yang terlibat kasus pelecehan seksual, tanpa diberikan sanksi,” ketusnya.

Kemudian, Asisten III Setdakab BU Ramadanus, SE juga semestinya tidak Omong Doang. Yang katanya, mau membentuk tim untuk memberikan sanksi ASN, yang terlibat kasus pencabulan ini. Semestinya, apa yang disampaikan itu dijalankan, bukan hanya mau menyelamatkan muka dihadapan awak media.

” Asisten III, seharusnya jalani kinerja yang sebenarnya. Kalau memang tupoksi anda pembinaan terhadap ASN, jalani dong. Berikan sanksi terhadap ASN, yang melecehkan perempuan ini, agar Bupati tidak tercoreng mukanya,” imbuhnya.

Sementara Itu, kata-kata Omong Doang Asisten III Setdakab BU

Sementara itu, Asisten III Setdakab BU Ramadanus, SE, ketika dimintai tanggapan soal ini. Baru menyatakan dengan tegas, akan memerintahkan pihak Inspektorat, segera bertindak membentuk tim. Untuk memberikan, sanksi ASN yang dinilai telah merendahkan harkat dan martabat perempuan ini. Karena, ini sudah melanggar kode etik seorang abdi negara, dan itu tidak bisa dibiarkan.

“Kami akan segera membentuk tim, yang akan meminta kepada Inspektorat dan BKPSDM Bengkulu Utara bergerak, agar segera menjatuhkan sanksi tegas terhadap ASN yang terlibat cabul ini,” singkat Danus, yang ditemui di pelataran kantor Pemkab BU.

Sekedar mengingatkan, dugaan pelecehan seksual yang melibatkan ASN berinisial Iw yang merupakan staf di kantor Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Bengkulu Utara ini, sudah terkesan mangkrak sejak diterimanya pengaduan dari korban berinisial Ln warga desa Kuro Tidur Kecamatan Arga Makmur Bengkulu Utara, oleh pihak Kepolisian. Ironisnya lagi, kasus ini hening tidak kabar, hingga akhirnya Bupati Bengkulu Utara justru menerima penghargaan APE yang merupakan penghargaan dalam hal Pemkab BU berhasil melindungi kaum perempuan dan anak-anak.

Baca juga :

Kasus Dugaan Cabul Libatkan ASN Mangkrak, Bupati Terima Penghargaan PPPA

Laporan : redaksi

Related posts

Leave a Comment