Rampok Bersenpi Gasak Rp 10 Juta

CURUP – Kawanan rampok bersenjata api melancarkan aksinya di kawasan Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah pada Minggu (27/8) kemarin.  Korbannya Rika Handayani (37) warga RT 13 RW 05 Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, korban beserta ketiga anaknya disekap di dalam kamar dengan tangan terikat lakban.

“Mereka berjumlah empat orang, satu pakai masker dan sisanya tidak pakai. Mereka juga pakai pistol dan satu parang,” jelas Rika.

Diceritakan korban, sekitar pukul 17.00 WIB, korban mengunci pagar rumahnya sekaligus menutup ruko miliknya. Selang kemudian muncul laki-laki tak dikenal menggedor dan ingin membeli kopi bubuk di tokonya. Namun korban tidak menghiraukan hal tersebut. “Hari sudah sore, saya mau masak ke belakang. Saya lihat tangannya penuh tato, katanya ingin beli kopi,” tutur Rika.

Sekitar pukul 18.00 WIB, tabung gas korban habis. Korban langsung membeli tabung gas di toko yang berseberangan dengan rumahnya. Korban pun meminta anaknya yang tua untuk menjaga pagar rumah. Setelah mendapatan tabung gas baru, korban kembali pulang dan langsung masuk ke rumah. “Saya suruh anak saya untuk tutup pagar tersebut,” ujar Rika.

Setelah sampai ke dalam rumah, korban mendengar anaknya memanggil korban. Namun korban merasa curiga, karena suara panggilan dari anaknya terdengar lembut dan dengan nada ketakutan. Korban langsung menuju ke sumber suara, ketika di ruang tengah, korban terkejut melihat empat orang laki-laki sudah berada di dalam rumahnya dengan menyeret dan menodong anaknya dengan pistol.

“Biasanya anak saya langsung lari ke dalam dan memanggil saya, justru sangat aneh mengapa lembut sekali. Ternyata ketika mengunci pagar empat orang tersebut langsung masuk secara paksa dan langsung menyeret anak saya,” jelas Rika.

Korban beserta ketiga anaknya dipaksa masuk ke dalam kamar korban, lalu salah satu pelaku mengikat tangan korban menggunakan tali plastik dan lakban. Keempat pelaku meminta korban menunjukan brankas uang miliknya dan meminta kunci mobil korban. Pelaku langsung menggasak uang dalam brankas senilai Rp 10 juta, serta puluhan rokok dari toko korban.

“Mereka mengancam kalau tidak diberikan anak saya kan dibunuh. Selain uang rokok di toko juga dibawa kabur,” ungkap Rika.

Tidak sampai disitu, pelaku masih mengancam korban untuk menyerahkan seluruh harta bendanya. Korban sendiri mendapat perlakukan kasar yakni di jambak dan ditampar oleh pelaku.

“Mereka bilang mana lagi, saya sudah katakan ambil saja uang karena itu lagi yang saya punya. Ketika mereka mau mengambil mobil, saya bilang anak saya sebentar lagi pulang, mendengar perkataan saya mereka langsung kabur,” papar Rika.

Sebelum kabur, keempat pelaku mengurung korban beserta ketiga anaknya di dalam kamar dengan mengunci pintu. Korban berhasil keluar dan berteriak minta tolong, mendengar jeritan korban, tetangga sekitar langsung keluar dan menolong membukakan ikatan di tangannya serta menolong ketiga anaknya yang masih tersekap di dalam kamar. “Pintu dikunci dengan cara diikat pakai tali, saya tendang lalu berhasil keluar,” ujar Rika.

Ditambahkannya, pelaku kabur ke arah perkebunan di depan rumahnya tanpa menggunakan kendaraan. Selain itu, tetangga  pun sempat melihat empat orang laki-laki mondar-mandir di depan rumah korban. “Saya diberitahu sesudah kejadian, tidak ada warga yang curiga, sebab tak jauh dari rumah ada acara 17 Agustus-an. Mereka pikir itu hanya warga yang ingin menyaksikan acara tersebut,” imbuh Rika.

Sementara itu, diungkapkan korban bahasa yang digunakan oleh keempat pelaku ketika berkomunikasi sesamanya, berlogat bahasa daerah tertentu. Hal tersebut dibuktikan dengan ucapan salah satu pelaku yang menanyakan keberadaan uang korban menggunakan bahasa tersebut.

“Salah satu dari pelaku bilang, mane duit? Begitu saya dengar. Selain itu anak saya juga mendengar percakapan mereka. Anak saya bilang bahasa apa itu. Sebab ia belum pernah dengar, ada juga yang bilang bunuh saja,” ungkap Rika.

Adapun ciri-ciri keempat pelaku dari keterangan korban yakni satu pelaku sudah berumur, ketiganya berbadan besar, satu pelaku berambut agak keriting dan tinggi. “Yang satu karena pakai masker jadi saya agak lupa, ciri-cirinya seperti itulah seingat saya,” pungkas Rika.

Suami korban, Hendri Harahap (40) sangat terpukul atas kejadian yang ditimpa oleh istri dan anak-anaknya. Pasalnya, disaat kejadian dirinya sedang berada di Kota Bengkulu. Hendri baru mengetahui musibah tersebut setelah mendapat kabar dari kerabatnya. “Saya lagi ngampas ke Bengkulu. keluarga langsung nelpon saya,” ucap Hendri.

Dikatakan Hendri, barang berharga yang berhasil dibawah kabur berupa kalung emas 5 gram, 16 tim rokok berbagai merk, dua kartu atm dan satu unit handphone. Korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rejang Lebong (RL). “Cincin yang tidak berhasil dibawa oleh pelaku, karena saat itu istri saya menekuk jarinya jadi tidak kelihatan. Saya harap pelaku secepatnya tertangkap dan diganjar hukum seberat-beratnya,” tukas Hendri.

Related posts

Leave a Comment