Pengadaan Seragam Sekolah SMPN 1 Arga Makmur, Disinyalir Bermasalah

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara, kembali tercium aroma tidak sedap. Bagaimana tidak, di salah satu sekolah menengah pertama di Kota Arga Makmur, tengah dirundung masalah, terkait pengadaan seragam sekolah, yang disinyalir berbau permainan dan menyalahi aturan. Dampaknya, hal ini di protes oleh wali murid yang anaknya belum mendapatkan seragam, sementara pungutan sudah dilakukan.

Kejadian ini diketahui terungkap, pada Sabtu (9/2). Dimana, salah satu wali murid mendatangi SMPN 1 Arga Makmur guna mempertanyakan seragam sekolah anaknya. Namun, bukannya seragam yang didapat justru adanya aksi saling lempar jawaban, dari pihak sekolah kepada komite. Hingga, di internal komite SMPN 1 Arga makmur pun, terjadi saling lempar masalah.

Aksi ini, sempat membuat geram wali murid tersebut, lantaran baik pihak sekolah maupun komite, ketika di tanyakan perihal seragam, tidak ada yang mengetahui. Hingga akhirnya, wali murid menghubungi awak media, dan ketika awak media mencoba meminta klarifikasi, baik dengan pihak sekolah, maupun pihak komite. Hal serupa pun dialami, oleh awak media.

Diketahui, ketika awak media mengkonfirmasi dengan wali murid berinisial Nn tersebut, ia mengaku seragam ini belum juga diterima anaknya sejak kelas VII (Kelas 1 SMPN,red), hingga saat ini anaknya sudah berada di kelas VIII. Hal ini mengundang pertanyaan, hingga akhirnya ia pun mempertanyakan perihal ini ke pihak sekolah. Pasalnya, anaknya sudah tidak mau sekolah lagi, hanya karena tidak memiliki seragam sekolah.

Pihak sekolah, yang berhasil di konfirmasi awak media bersama dengan wali murid, tidak berhasil menemui Kepala Sekolah, namun justru ditemui oleh Mahdan Jamal yang diketahui sebagai guru di SMPN 1 Arga Makmur tersebut. Dalam hal ini, Mahdan Jaman membeberkan perihal seragam sekolah, bukanlah wewenang pihak sekolah. Melainkan, wewenang pihak Komite, dan ia pun menyarankan agar di tanyakan kepada pihak komite.

“Seragam sekolah itu bukan urusan sekolah, karena itu pengadaannya ditangani oleh komite sekolah,” ujar mahdan.

Ketua Komite : Soal Seragam Bukan Wewenangnya

Sayangnya, ketika ditanyakan pihak komite. Dimana Mahdan Jamal, mengaku komite itu di Ketuai oleh Kisro Zanito. Bukan jawaban soal seragam, yang didapatkan oleh awak media dan wali murid. Melainkan, Kisro Zanito membeberkan bahwa dirinya bukanlah Ketua Komite lagi.

Hal ini ditegaskannya, lantaran dirinya sudah gugur secara hukum, sesuai dengan regulasi aturan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016. Sehingga, ia mengatakan. Jika, perihal seragam ditanyakan kepadanya, itu salah tempat. Karena diakuinya, perihal seragam dirinya tidak tahu sama sekali, karena bukan wewenangnya.

“Apa nggak salah, kalian bertanya ke sini. Saya bukan lagi Ketua Komite lo, itu sesuai dengan regulasi yang berlaku. Soal seragam, jangan tanyakan ke saya. Karena, semasa saya menjabat ketua Komite, tidak ada pembahasan pengadaan seragam, yang ditangani komite,” ujarnya.

Kisro pun menghimbau kepada wali murid, agar kembali mempertanyakan masalah seragam ini, kepada pihak sekolah dan Wakil Ketua Komite. Karena, ia sendiri, sejak dikeluarkannya aturan tahun 2016, ia sudah tidak lagi berhak, menjabat sebagai Ketua Komite sekolah.

“Coba tanya lagi ke sekolah dan wakil komite, mungkin mereka bisa menjelaskan,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika awak media mengkonfirmasi dengan pihak penjahit, yang menangani pengadaan seragam sekolah siswa dan siswi, SMPN 1 Arga Makmur. Yakni, penjahit Go mengaku. Bahwa untuk pekerjaan pengadaan seragam sekolah SMPN 1 Arga Makmur, telah diserahkan kepada pihak yang berwenang. Yakni, Wakil Ketua Komite SMPN 1 Arga Makmur Syaiful Amri.

“Soal seragam siswa dan siswi SMPN 1 Arga Makmur pengadaan tahun 2017, sudah selesai semua. Baik itu, penyerahan barang maupun terkait pembiayaan. Seragamnya, sudah kami serahkan penuh dengan pihak Komite, yang diterima oleh pak Syaiful Amri selaku Wakil Komite sekolah,” bebernya.

Menariknya, Syaiful Amri yang diketahui juga menjabat sebagai Kades Karang Anyar I Arga Makmur. Justru mengelak, ketika di konfirmasi perihal seragam. Dimana ia menegaskan, soal seragam ia tidak lagi mengetahuinya. Ia pun, langsung mematikan ponselnya ketika di konfirmasi via ponsel.

“Kenapa tanya saya, saya tidak tahu menahu lagi. Silahkan tanya pada pihak sekolah, atau pengurus komite lainnya. Saya tidak ada urusan lagi terkait seragam,” elaknya sembari mematikan komunikasi.

Kepsek Ngaku Tidak Ada Masalah, Soal Seragam

Disisi lain, ketika awak media berhasil menghubungi Kepala Sekolah SMPN 1 Arga Makmur, Tisnawati. Justru mengatakan kepada awak media, agar masalah ini tidak dibesar-besarkan. Pasalnya disampaikannya, seragam seluruh murid sudah dibagikan tidak ada lagi yang tidka mendapatkan seragam. Mengenai, kejadian kemarin itu merupakan miss komunikasi. Dimana, seragam itu ditandaskannya sudah ada di sekolah, namun kewenangannya di pegang oleh pihak guru lain.

“Masalah ini sudah clear, dan soal siswi yang belum mendapatkan seragam sudah kita berikan. Jadi, sudah tidak ada masalah lagi,” tutupnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment