RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Pasca ambrol beberapa waktu lalu, dimana pondasi jembatan yang habis tergerus arus sungai yang disinyalir akibat adanya pertambangan liar yang sudah melanggar aturan. Perbaikan jembatan Tanjung Agung Palik (TAP), yang amblas diperkirakan akan memakan waktu selama seminggu. Ditargetkan, Minggu depan jalan tengah sudah dapat diakses kembali.
Baca : https://rubriknews.com/ketakutan-mian-terjadi-jembatan-tap-amblas/
Hal ini tidak dibantah oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Utara (BU), Heru Susanto yang mengatakan perbaikan jembatan akan ditangani oleh pihak PUPR Provinsi Bengkulu. Sebab jalan merupakan jalan provinsi, untuk waktu pengerjaan dapat diperhitungkan memakan wkatu selama seminggu.
” Perbaikan jembatan, akan digantikan dengan jembatan Bailey sepanjang 30 meter. Kalau tidak ada halangan pemasangan akan memakan waktu sekitar satu minggu,” terang Heru.
Kendati nanti, jalur lintas tengah Bengkulu Arga Makmur dan sebaliknya sudah dapat diakses. tetap saja, larangan untuk kendaraan muatan lebih akan dilarang, dan tidka diizinkan untuk melintasinya. Karena kekuatan jembatan Bailey hanya mampu, menanggung beban beberapa ton saja.
” Jika sudah dapat diakses, untuk kendaraan yang muatan melebihi tonase yang akan ditetapkan nanti, tidak diizinkan melewati jembatan tersebut, dan tetap dihimbau untuk melintasi jalur yang sudah disediakan, yakni jalur Lais,” tegas Heru.
Terhitung 4 hari pasca amblasnya Jembatan Tanjung Agung Palik (TAP), Kecamatan TAP, Kabupaten Bengkulu Utara kondisi jembatan dengan panjang hampir 70 meter tersebut semakin parah dan membahayakan. Mengingat kondisi amblas jembatan TAP berkisar 1 meter, retakan aspal pun terlihat menganga. Kendati demikian gerak cepat Pemprov Bengkulu cukup membantu masyarakat, dimana komponen jembatan Bailey atau jembatan darurat sudah dikirimkan dan telah tiba di lokasi.
” Iya komponen jembatan sudah tiba dilokasi, dan akan segera di lakukan pemasnagan jembatan darurat tersebut. Sejauh ini, akses sudah kami beri rambu ditutup total dan diarahkan untuk melintasi jalur alternative lainnya. Semoga saja, pembangunan jembatan darurat ini tidak membutuhkan waktu lama, sehingga akses jalan tengah dapat kembali dibuka. Sejauh ini, untuk pengawasan kendaraan yang melebihi tonase, kami akan menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama mengawasi. Ini dilakukan untuk saling menjaga, ketahanan jembatan darurat ini hingga dibangunnya kembali jembatan permanen,” singkat Camat TAP Nirwan Tomeri.
Laporan : Effendi

