Merasa Dirugikan, Mi’an Tegaskan Yang Ngaku Ponakan Bobol Rumah Janda, Bukan Keluarganya

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Aksi ngaku-ngaku ponakan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, yang dilakukan oleh salah satu warga desa Talang Arah Kecamatan Putri Hijau Bengkulu Utara berinisial Aan (34), bakal berbuntut panjang. Pasalnya, Ir. Mi’an yang menjabat sebagai Bupati Bengkulu Utara, melalui kuasa hukumnya Sugiarto, SH, M.H.CPCLE. mengeluarkan surat terbuka Klarifikasi dan Konfrontasi, yang menegaskan bahwa Aan, bukanlah keluarga Bupati Bengkulu Utara. Atas hal tersebut, dalam hal ini Mi’an telah merasa dirugikan dan meminta kepada yang bersnagkutan untuk meminta maaf kepada publik.

Untuk diketahui, (30/5) kuasa hukum Ir. Mi’an dalam hal ini sebagai Bupati Bengkulu Utara, mewakili suara Mi’an menegaskan bahwa kliennya merasa dirugikan atas apa yang telah dilakukan oleh Aan ini. Yang mana, diduga demi untuk menyelamatkan diri dari amukan massa dan terbebas dari jeratan hukum, ia nekat mengaku sebagai orang dekat salah satu orang nomor 1 di Bengkulu Utara tersebut. Alhasil, masalah ini akan berbuntut panjang jika yang bersnagkutan tidka memiliki i’tikad baik meminta maaf.

“Bahwa saya atas nama Ir.Mi’an Bupati Bengkulu Utara, menegaskan ada orang berinisial Aan, Umur : 34 tahun yang Mengaku – ngaku sebagai ponakan Bupati Bengkulu utara Ir.Mi’an itu tidak benar, karena orang tersebut diatas memang bukan ponakan saya, bahkan keluargapun bukan,” ucap Mi’an didalam tulisan surat terbuka tersebut.

Yang Bersangkutan Wajib Minta Maaf Pada Jurnalis dan Polisi

Dalam hal ini, Sugiarto menyebutkan dalam poin ke 4, sebagai kuasa hukum Bupati Bengkulu Utara yang mana berdasarkan perbuatan yang dilakukan oleh orang yang berinisial Aan (34) diatas itu, dinilai sangatlah merugikan kliennya. Bahwa terhadap masalah tersebut, pihaknya meminta orang yang berinisial Aan (34) meminta maaf kepada publik, karena sudah berbohong kepada kepolisian dan awak media atas perbuatanya, yang mengaku sebagai ponakan Bupati Bengkulu Utara Ir.Mi’an.

“Masalah tersebut, kami meminta petugas kepolisian dalam hal ini Polres Bengkulu Utara, menindak secara tegas terhadap orang yang mengaku-ngaku sebagai ponakan bupati Bengkulu utara Ir. Mián, berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku, supaya dikemudian hari tidak terjadi lagi, hal serupa,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, warga desa talang Arah berinisial Aan ini, Kamis malam terkesan nekat menyatroni dengan cara merusak jendela, salah satu rumah janda di desa Lubuk Sahung yang diketahui juga sebagai ASN Bengkulu Utara. Yang mana, demi untuk menyelamatkan diri dari jeratan hukum dan amukan massa, ia nekat mengumbar kata-kata mengaku sebagai ponakan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an. Tidak sampai disitu, ia juga mengaku memiliki hubungan kekerabatan dengan para pejabat lainnya, mulai dari anggota DPRD provinsi Bengkulu, DPRD Bengkulu Utara hingga advokat ternama di Bengkulu Utara. Aksinya ini sendiri, dilakukannya dihadapan aparat kepolisian dan jurnalis di gedung SPKT Polres BU.

Baca :

Ngaku Ponakan Bupati Bengkulu Utara, Warga Talang Arah Dipergok Masuki Rumah Janda Lewat Jendela

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment