Ngaku Ponakan Bupati Bengkulu Utara, Warga Talang Arah Dipergok Masuki Rumah Janda Lewat Jendela

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kamis sore (28/5)sekitar pukul 19.00 WIB, warga desa Lubuk Sahung Kecamatan Arga Makmur Bengkulu Utara mendadak heboh, lantaran adanya warga dari desa Talang Arah Kecamatan Putri Hijau Bengkulu Utara berinisial Aan (34) memasuki rumah salah satu janda anak satu yang juga merupakan ASN di Pemkab Bengkulu Utara bernama Yuli, dengan cara mencongkel jendela. Menariknya, kejadian ini yang semakin membuat heboh, pelaku mengaku sebagai keponakan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, dan juga mengaku adik dari salah satu advokat ternama di Bengkulu Utara.

Kejadian ini pun, sempat memancing emosi masyarakat setempat yang sudah berkumpul di rumah korban, yang akhirnya berujung di Mapolres Bengkulu Utara. Seperti diungkapkan oleh Yuli yang merupakan korban, kejadiannya berawal ketika yang bersangkutan itu mendatangi rumahnya, dan dirinya tidak ingin membukakan pintu. Karena merasa, dirinya tidak ada kepentingan dengan pelaku ini, yang sebelumnya sempat menjalin hubungan lebih dari teman.

“Orang ini (Aan,red) sudah kerap kali mendatangi rumah saya, namun saya enggan untuk melayaninya. Namun, sepertinya hari ini (Kamis,red) ada yang janggal, sudah tidak saya bukakan pintu tapi tidak kunjung pulang, hingga hari menjelang malam,” ujar Yuli.

Yuli pun menceritakan, sempat dirinya mengalami ketakutan dengan sikap orang ini yang tidak kunjung pulang, padahal hari sudah menjelang malam. Tiba-tiba, dirinya yang bersembunyi di kamar pribadinya, mendengar ada suara seperti orang didalam rumahnya, ia pun semakin ketakutan lantaran sempat bertanya didalam hati, darimana orang ini bisa masuk kedalam rumahnya, padahal semua pintu dan jendela terkunci. Alhasil, ia pun menghubungi salah satu sepupunya bernama Sahroni, yang juga merupakan personil kepolisian Polres BU.

Ketika itu, sepupunya itu langsung merespon dan datang, yang juga terkejut melihat ketika ia datang, pintu rumahnya dibukakan oleh pelaku ini. Sontak saja, hal ini membuat sepupunya yang datang bersama dengan kadun tersebut emosi, dan langsung membuat heboh rumahnya yang mengundang tetangga berdatangan. Ketika itu, pelaku saat diintrogasi warga dan sepupunya mengaku berhasil masuk rumah dengan cara mencongkel jendela, dan aksinya ini semakin membuat warga marah. Guna menghindari aksi anarkis warga, permasalahan ini pun langsung di bawa ke Mapolres Bengkulu Utara.

“Saya tidak tahu kenapa orang ini nekat sekali, berani masuk rumah tanpa izin saya. Padahal, kami tidak memiliki hubungan apa-apa,” terang Yuli.

Ngaku Ponakan Bupati

Sesampainya di Polres BU yang lebih menarik lagi, dihadapan awak media dan personil kepolisian yang berada di pos SPKT. Pelaku ini tanpa merasa bersalah justru berani membentak beberapa personil Polisi, dengan mengumbar kata-kata bahwa dirinya keponakan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an. Selain itu, pelaku juga mengaku ada hubungan keluarga dengan anggota DPRD provinsi Bengkulu dan juga di DPRD Bengkulu Utara. Sontak saja, pernyataan pelaku ini membuat awak media dan personil polisi geram, namun beruntungnya aksi mediasi di Polres BU ini berlangsung kondusif, yang berakhir dengan perdamaian.

“Kalian jangan macam-macam ya, saya ini Keponakan Mi’an (Bupati BU,red), dan juga keponakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu, yang mana ada juga di DPRD BU itu sepupu saya. Selain itu, saya juga keponakan advokat di BU ini. Mengenai apa yang saya lakukan, itu bukan kesalahan dan tidak ada melanggar hukum. Saya hanya mendatangi, pacar saya dan saya kira cekcok itu biasa dan saya juga sudah biasa masuk main kerumahnya, jadi tidak ada yang salah,” ucap pelaku dihadapan awak media ketika di introgasi dan mediasi.

Kades : Ganggu Kamtibmas Tetap Akan Sangsi Cuci Kampung

Hal ini pun dibenarkan, oleh Kades Lubuk Sahung Kecamatan Arga Makmur Bengkulu Utara Kadi Ismanto, yang menegaskan. Pihaknya, sengaja menggiring dan menyerahkan masalah ini ke kantor Mapolres BU, guna menghindari aksi anarkis yang terjadi di kediaman warganya tersebut. Sejauh ini, pihaknya sudah memegang perjanjian kedua belah pihak, dimana korbannya yang merupakan warganya tidak ingin diganggu oleh pelaku, dan pelaku sudah berjanji menyanggupinya. Kendati demikian, kejadian ini akan tetap akan ditindaklanjuti desa untuk dilakukannya sangsi adat desa, berupa cuci kampung yang dibebankan kepada pelaku, lantaran dinilai sudah mengganggu kamtibmas di desa Lubuk Sahung.

“Kita akan tetap terapkan sangsi adat di desa, yakni berupa cuci kampung karena sudah mencoreng nama baik desa dan juga mengganggu ketentraman kamtibmas,” singkat Kades.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment