Ditengah Covid19 Dan Refocusing, Kepala Dinkes Bengkulu Utara Kendis Baru

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Menarik, Dinas Kesehatan Bengkulu Utara (BU) cukup menjadi sorotan banyak pihak. Bagaimana tidak, di tengah pandemi covid 19, ditambah lagi banyaknya anggaran yang terkena refocusing. Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, justru mendapatkan Kendaraan Dinas (Kendis) baru Toyota Innova Reborn yang ditaksir seharga setengah Miliar Rupiah. Hal ini terlihat, terparkirnya kendis tersebut bersama dengan tiga kendis lainnya yang baru tiba di kantor Dinkes BU.

Pantauan awak media Senin (19/7), terlihat beberapa orang dari karyawan Toyota Bengkulu, ditambah lagi karyawan dari pihak Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, yang tengah melakukan pengecekan terhadap kendaraan dinas baru tersebut. Dimana diantaranya, kendis jenis Toyota Innova Reborn dengan nopol dinas BD 1351 DY. Kemudian, ada tiga unit kendis jenis Toyota Avanza, dua unit berwarna hitam dengan nopol dinas BD 1353 DY dan 1354 DY dan 1 unit berwarna putih dengan nopol dinas BD 1352 DY.

3-unit-kendis-pengadaan-dinas-Kesehatan-Bengkulu-Utara
3-unit-kendis-pengadaan-dinas-Kesehatan-Bengkulu-Utara

Menariknya, ketika awak media mencoba mempertanyakan kepada salah satu PNS Dinkes yang tengah melakukan pengecekan, mengaku bahwasanya salah satu kendis, jenis Toyota Innova Reborn itu pengadaannya diperuntukkan untuk kendis Kepala Dinas Kesehatan BU Syamsul Ma’arif. Kemudian, tiga unit lainnya dipergunakan untuk kendaraan operasional dokter spesialis di Rumah Sakit.

“Iya ini baru datang, untuk Innova Reborn akan digunakan kepala dinas, dan tiga unit lainnya untuk dokter spesialis,” ujar salah satu PNS yang diketahui namanya Apri.

Sementara itu, Kabid Aset BKAD BU ketika dikonfirmasi perihal pengadaan baru kendis di tengah pandemi covid 19 ini, Riki Wijaya Saputra Kabid Aset BKAD BU, mengaku tidak mengetahui perihal adanya pengadaan kendis yang baru di Dinkes tersebut. Mengingat, pihaknya sejauh ini sudah tidak lagi menangani pengadaan kendis baru, namun sudah diserahkan ke OPDmasing-masing sesuai dengan kebutuhan RKBMDnya.

“Kami tidak tahu ada pengadaan kendis di dinkes, mungkin dinkes pengadaan sendiri. Sejauh ini, kami sudah tidak lagi menangani pengadaan kendis. Untuk pengadaan kendis sendiri, itu sudah menjadi kewenangan SKPD masing-masing, sesuai dengan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) nya. Silahkan tanya ke SKPD itu sendiri,”singkat Riki.

Disisi lain, menanggapi adanya pengadaan kendis baru yang diperuntukkan untuk sang kepala dinas?. Syamsul Maarif selaku Kepala Dinkes BU dikonfirmasi awak media via ponsel, hingga berita ini diterbitkan tidak merespon sama sekali. Terlebih lagi, ketika disinggung seperti apa pengadaan kendis di tengah pandemi covid 19 yang dihebohkan dengan kurangnya anggaran akibat refocusing.

Selain itu, menyoroti sikap pihak Dinkes BU yang terkesan pemborosan anggaran negara. Dimana, kendis yang saat ini digunakan selayaknya masih layak untuk digunakan, justru ada pengadaan kendis baru. Mendapatkan sorotan dari masyarakat, seperti disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat bernama Syamsu, yang menyebutkan bahwa pihak Dinkes, terkesan tidak menghormati kondisi dan situasi pandemi covid 19 saat ini. Padahal, di seluruh SKPD mengeluhkan pemangkasan anggaran demi untuk penanganan covid 19. Namun justru SKPD yang langsung terkait dengan penanganan covid 19, yang terkesan tidak terpengaruh atas pemangkasan anggaran, sehingga melakukan pengadaan kendis yang menguras anggaran mencapai miliaran rupiah tersebut.

“Wah, apa yang dilakukan Dinas Kesehatan Bengkulu Utara sangat patut menjadi sorotan. Terutama apa yang diinginkan oleh Kepala Dinasnya, dan memfasilitasi dokter spesialis dengan fasilitas kendis baru di tengah pandemi covid 19. Padahal sama-sama kita ketahui, jumlah kendis di BU ini mencapai ribuan unit, lalu dimana kendis yang ada. Terlebih lagi, kendis Innova warna silver yang biasa digunakan Kepala Dinas, dinilai masih sangat layak untuk digunakan, namun justru pengadaan kendis baru. Ini jelas, tidak menghormati kondisi masyarakat yang sedang susah saat ini. Coba jika anggaran kendis itu, digunakan untuk kepentingan masyarakat di tengah pandemi, tentu akan lebih baik,” demikian Syamsu.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment