Kram Otot Tangan, Pekerja PT Tiara Dita Jatuh Dari Tiang Listrik

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Beruntung dialami Agus Suprapto (24) warga Kota Bengkulu, yang bekerja di PT Tiara Dita melaksanakan pemasangan jaringan baru listrik. Pasalnya, ia tidak mengalami luka luka serius setelah terjatuh dari tiang listrik setinggi kurang lebih 6 meter. Kejadian yang sempat menghebohkan warga desa Rama Agung Kecamatan Arga Makmur ini, terjadi pada Minggu pagi (26/1) sekitar pukul 11.00 WIB. Kendati demikian, keselamatan pekerja dalam pelaksanaan pekerjaan milik PLN ini, patut menjadi pertanyaan mengingat kurangnya safety pekerja.

Kepada awak media, Agus yang ditemui di RSUD Arga Makmur pasca melakukan pemeriksaan intensif dampak dari kecelakaan yang dialaminya tersebut, mengaku. bahwa kejadian ini, murni kesalahannya sendiri, mengingat dirinya yang sudah menggunakan safety berupa helm, tali pelindung serta sepatu dan lainnya, mengalami kram otot dibagian tangan. Dimana, akibat kram otot tersebut ia belum sempat memasang pengaman dirinya selama diatas ketinggian 6 meter tersebut. Sehingga, terjadilah kecelakaan ia terjatuh dari atas.

“Otot tangan saya kram pak saat sudah diatas, ketika itu saya juga mengalmi panik dan memilih menjatuhkan diri ketimbang harus memegang kabel listrik yang diliri listrik bertegangan tinggi,” ujarnya.

Ketika disinggung, mengapa bisa lalai dalam memasang pengaman tubuh, dan mengapa juga pemasangan jaringan baru tersebut tidak menggunakan safetu berupa tangga, dan hanya memanjat layaknya memanjat pohon. Agus pun berdalih, jika menggunakan tangga pekerjaan terkesan lambat, sehingga kebanyakan pekerjaan dilakukan tanpa menggunakan tangga. Untuk kelalaiaannya tersebut, ia tidak bisa berkomentar karena kram otot yang ia laami tiba tiba timbul.

“Lambat pak jika menggunakan tangga, memang sih itu salah. Secara safety nya itu menggunakan pengaman tangga untuk menaiki tiang yang cukup tinggi tersebut. Untuk seterusnya saya akan berhati-hati pak, karena dengan luka yang saya alami saat ini, patah tulang kelingking kaki kiri serta memar serius dibagian lengan kanan akibat terkena hempasan ke bibir drainase, membuat saya memilih untuk lebih berhati-hati,” sambungnya.

Sementara itu, sangat disayangkan Ketua Rombongan dari para pekerja PT Tiara Dita ini, bernama Heri baru menjenguk korban setelah korban mengalami kecelakaan. Selain itu, ketika dimintai keterangan oleh awak media, Heri terkesan kurang bersahabat dengan menunjukkan sikap serta mencemo’oh pakaian awak media yang melakukan wawancara di hari libur. Dalam wawancara, Heri membantah pekerjanya tidak safety, ia pun menandaskan semua peralatan safety sudah disiapkan kecuali tangga.

“Pekerja kami jatuh itu, karena adanya masalah pada tubuhnya yakni kram otot kaki. Untuk safety, bisa bapak lihat sendiri, tali pengaman, helm serta sepatu sudah kami siapkan dan digunakan Agus ketika bekerja. Jadi, pekerjaan ini murni kecelakaan tidak disengaja,” singkatnya, sembari mengkritik pakaian awak media dengan wajah yang kurang bersahabat.

Sekedar mengetahui, berdasarkan regulasi Pasal 86 (2) UU Ketenagakerjaan (UU No. 13/2003); Pasal 9, 12 dan 14 UU Keselamatan Kerja (UU No. 1/1970) jelas dalam aturan disebutkan, tentang perlengkapan keselamatan diri dan mengharuskan pengusaha untuk menyediakan perlengkapan keselamatan untuk pekerjanya secara gratis, dan menyediakan pelatihan terkait penggunaan perlengkapan keselamatan yang dibutuhkan.

Laporan : redaksi

Related posts

Leave a Comment