Kisruh Mahasiswa Terancam DO, Seret Nama Bupati
Diduga Akibat Ciptakan Yayasan Baru, Jadi Sumber Polemik

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kisruh yang terjadi di Universitas Ratu Samban (Unras) Arga Makmur, sepertinya semakin membuka kedok aktor dibelakang dari terancamnya sebanyak 90 mahasiswa penerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara (BU) di Droup Out (DO). Dimana, nama Bupati BU Ir. Mi’an kembali terseret atas masalah ini, yang disinyalir sebagai pencipta Yayasan baru yang menjadi biang kerok simpang siurnya penyaluran dana beasiswa dari Pemkab BU untuk mahasiswa yang tidak tepat sasaran. Hal ini tidak dibantah oleh Rektor Unras Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, MM, M.Si kepada awak media beberapa waktu lalu.

Hal ini tidak hanya isapan jempol belaka, karena menurut Imron terseretnya nama Bupati BU yang menjabat saat ini, diungkapkannya kembali dihadapan para orang tua wali mahasiswa penerima beasiswa. Dimana ditegaskan Imron, kisruh beasiswa Unras yang hingga saat ini simpang siur penyalurannya, berawal dari Pemkab BU sendiri yang mencairkan bukan pada yayasan penyelenggara Unras yakni Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSAM). Sementara, yayasan yang diakui sebagai penyelenggara Unras adalah Yayasan ratu Samban (YRS). Selain itu juga, adanya pengakuan dari salah satu dewan pendiri dua yayasan yakni dari Iskandar Kasim yang menyatakan bahwa pendirian YRSAM atas permintaan dan perintah dari Bupati BU Ir. Mi’an yang kala itu diakui saaat mengadakan jumpa pers dihadapan awak media usai pembagian beasiswa Unras dari pemkab BU oleh YRSAM.

” Mahasiswa yang saat ini menjadi korban ini, bukan karena kesalahan teknis atau kesalahan dari Rektorat Unras dibawah naungan YRS. Melainkan adanya campur tangan Bupati BU Ir. Mi’an yang menyalurkan beasiswa Unras pada yayasan yang bukan penyelenggara Unras. Mengapa demikian, adanya campur tangan Bupati BU Ir. Mi’an ini, juga atas pengakuan dari salah satu dewan pendiri YRS yang juga menjadi dewan pendiri YRSAM. Dalam hal ini saya hanya sekedar menyambung perkataan Iskandar Kasim,” tandasnya.

Baca Pernyataan Iskandar Kasim :

http://redaksibengkulu.co.id/daerah/dewan-pendiri-demi-unras-yayasan-baru-yrsa-itu-dibentuk-memang-atas-permintaan/
http://redaksibengkulu.co.id/daerah/bengkulu-utara/sugeng-suharto-yrsbu-itu-tidak-ada-hak-kelola-unras/
http://redaksibengkulu.co.id/daerah/sekretaris-yrsbu-kami-sangat-menyayangkan-unras-dipolitisir-bupati/
http://redaksibengkulu.co.id/headline/iskandar-kasim-yrsa-bukan-yayasan-baru-tapi-meneruskan-yrsbu/
http://redaksibengkulu.co.id/headline/imron-rosyadi-sk-dari-kopertis-ii-palembang-yang-dimiliki-yrsa-diduga-palsu/

Dijelaskan Imron, silahkan dibuka kembali rekaman pernyataan Iskandar Kasim kepada awak media, dimana dalam rekaman itu secara tegas Iskandar Kasim menyatakan pendirian YRSAM itu atas perintah Bupati BU saat ini, dimana pernyataan itu berisi pihak Pemkab BU tidak akan menyalurkan beasiswa ataupun dana hibah lainnya ke Unras, jika harus disalurkan ke YRS. Untuk didirikanlah YRSAM, karena menurut Iskandar Kasim Unras masih belum bisa lepas dari bantuan Pemkab BU, oleh karena itu sangat dibutuhkan sekali apa yang diinginkan oleh Bupati BU agar dituruti dengan dalih agar mahasiswa yang dibiayai oleh Pmekab BU dapat terus mengenyam pendidikan di Unras ini.

” Silahkan di buka kembali dokumen rekaman dan Data – data rekan-rekan wartawan yang lainnya, pada saat pak Iskandar Kasim di wawancara sama rekan-rekan wartawan ada pernyataannya yang meminta di buatkan yayasan baru, memang pak Mi’an yang memerintahkan langsung kok. Saya tidak menuduh pak Mi’an, karena adanya pernyataan pak Iskandar Kasim dan saya hanya menyampaikan itu, kalau memang ada perintah pak Mi’an seperti itu, berarti pak Mi’an menginginkan ada nya yayasan yang lain toh, ya sudah bukan saya ngecap atau menuduh orang.¬†Saya hanya mengulas kembali pernyataan pak Iskandar Kasim, dan saya tidak menuduh orang atau asal berbicara,” tegasnya.

Selanjutnya, Imron pun membuka kembali hasil mediasi mahasiswa dengan pihak Pemkab BU yang juga menghadirkan pihak YRSAM dan Rektorat Sugeng Suharto, dimana adanya pernyataan yang menyatakan bahwa kubu Imron Rosyadi tidak berkenan hadir untuk menyelesaikan masalah penyaluran beasiswa serta polemik duelisme yayasan ini. Disini Imron menegaskan, bilamana mahasiswa mempertemukan ke dua belah pihak antara YRS dengan YRSAM, ia pun dengan tegas menjelaskan adanya kisruh ini lantaran Dualisme yayasan bukan Dualisme universitas. Menurutnya, bukan kapasitasnya mengurus duelisme yayasan tersebut, melainkan ia hanya memiliki kapasitas mengurus kampus. Dalam hal ini, dirinya hanya berharap dualisme yayasan ini bertemu di tempat yang netral, bawa berkas masing-masing.

” Jika pun saya di minta hadir meskipun bukan ranahnya namun atas nama Rektorat Unras, saya pastikan akan hadir karena merupakan bagian yang dituakan atas permasalahan ini. Saya selaku rektorat ranahnya mengurus kampus, harus di fahami bukan Dualisme universitas, akan tetapi Dualisme yayasan, saran saya pertemuannya ditempat yang netral, jangan ditempat bupati,” imbuhnya.

Laporan : Effendi

Baca Juga :

https://rubriknews.com/kemenristekdikti-jamin-yrs-sah-penyelenggara-unras/

https://rubriknews.com/rektorat-imron-yang-didik-mahasiswa-rektorat-sugeng-yang-terima-dana-pemkab-bagaimana-itu/

 

 

Related posts

Leave a Comment