Kepsek SMPN 47 Angkat Bicara, Atas Informasi Guru Mendidik Dengan Kekerasan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya isu kurang sedap di dunia pendidikan, dimana adanya oknum guru agama yang mendidik murid diduga menggunakan kekerasan dengan cara memukul setiap murid melakukan kesalahan dalam mengeja pelajaran. Kepala Sekolah SMPN 47 Bengkulu Utara (BU) Robin Panjaitan, S.Pd, M.Pd ketika dikonfirmasi awak media, merasa terkejut dan mengaku kecolongan atas adanya kejadian ini.

Berita terkait :

https://rubriknews.com/sst-ada-guru-mendidik-murid-diduga-main-pukul/

https://rubriknews.com/wali-murid-bawa-mebelair-sendiri-kepsek-komite-dan-kabid-diperiksa-polisi/

https://rubriknews.com/sst-ada-sekolah-wajibkan-wali-murid-bawa-mebelair-sendiri/

Dikatakan Robin, pihaknya juga sangat menyayangkan masalah ini mengapa pihak wali murid tidak mau melapor kepadanya terkait adanya kejadian ini, meskipun wali murid merasa keberatan untuk melapor kesekolah mengingat anaknya masih bersekolah disekolah tersebut. Hal inilah yang menjadi alasannya, mengapa kejadian yang terjadi didalam sekolah yang ia pimpin tersebut, justru ia ketahui dari informasi media.

” Saya sangat menyayangkan kejadian ini saya dapati dari luar, namun begitu ia tetap merespon dan lepas upacara bendera hari Senin tadi, ia langsung memanggil guru agama disekolah ini yang ada 3 orang,” ujarnya.

Dari keterangan dua orang guru yang ia panggil, mengingat satu orang guru tengah mengikuti MGMP. Alhasil, kedua guru tidak ada yang mengaku melakukan perbuatan tersebut. Justru guru yang bernama NS Hidayah, mengaku hanya menegur dan tidak pernah melakukan pemukulan.

” Tidak ada guru yang mengaku memukul, justru ibu Hidayah mengaku hanya menegur dengan menyentuh bagian badannya untuk memperbaiki kesalahan tidak sampai memukul menggunakan buku ataupun mistar,” bebernya.

Namun demikian, ketika disinggung atas system pengajaran oknum guru yang dilakukan dengan kekerasan ini seperti yang disampaikan oleh wali murid agar dirubah, dimana murid yang menjadi korban pemukulan ini bukan hanya satu atau dua murid saja, justru lebih dari tiga dan dari ketiganya mengaku ada yang dipukul dibagian kepala, dibagian pundak dengan menggunakan buku jurnal dan mistar. Robin menyikapi hal tersebut, akan melakukan pengecekan lebih jauh terlebih dahulu kebenarannya, kemudian akan membina kembali guru agar tidak mendidik murid dengan kekerasan, melainkan agar dilakukan dengan strategi.

” Saya selalu mengingatkan kepada semua guru, agar bersabar dalam mendidik murid, karena setiap murid memiliki perbedaan dalam daya tangkap, maka itu dianjurkan untuk menggunakan strategi, bukan dengan kekerasan. Semoga masalah ini dapat segera kita atasi, dan guru yang bersangkutan yang menjadi keluhan murid yang takut berhadapan dengan guru tersebut, dapat teratasi,” imbuhnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment