Sst, Ada Guru Mendidik Murid Diduga Main Pukul

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) kembali diterpa isu kurang sedap. Bagaimana tidak, salah satu guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Bengkulu Utara, diduga mendidik siswanya menggunakan kekerasan dengan main pukul menggunakan buku dan mistar. Dampaknya pun cukup menakutkan, psikis siswa jadi terganggu sehingga menyebabkan murid takut mengikuti pelajaran guru tersebut.

Hal ini terungkap berdasarkan hasil penelusuran awak media, dimana beberapa murid di sekolah tersebut menjadi takut pergi ke sekolah setiap hari Senin, dimana saat itu jam ngajar guru tersebut yakni bidang studi Agama.

Diakui Sa (nama di inisialkan), ia tidak berani bersekolah karena guru tersebut akan melakukan pemukulan, ketika murid melakukan dalam menulis atau pun dalam hafalan yang di ajarkan kepadanya.

” Hanya karena kesalahan satu hurup saja, kami dipukul. Terkadang menggunakan buku, kadang mistar,” ujarnya.

Disinggung, dibagian mana guru tersebut melakukan pemukulan, Sa mengaku terkadang dipundak dan pernah temannya dipukul dibagian kepala yang menyebabkan temannya menangis.

” Saya pernah melihat teman saya sempat menangis saat dipukul,” bebernya.

Diketahui, kejadian dugaan pemukulan ini menyebabkan psikis anak terganggu, hal ini disampaikan salah satu orang tua wali yang namanya tidak ingin disebutkan. Dikatakannya, hal ini sangat kami sayangkan. Pihaknya berharap ini menjadi perhatian pihak terkait, agar menegur guru yang menunjukkan system pengajaran dengan kekerasan, karena saat ini bukan lagi zamannya.

” Seyogyanya wali murid mempercayakan anaknya untuk belajar disekolah, bukan dipukuli,” tandasnya.

Pertama kali diketahui aksi pemukulan guru ini terhadap murid, ketika anaknya tidak mau bersekolah pada hari Senin dimana diketahui pada hari Senin itu merupakan jam mengajar guru tersebut. Ini menjadi pertanyaan baginya, setelah didesak barulah sang anak mengakui kalau ia takut masuk sekolah karena takut dipukuli oleh guru Agama, yang kerap kali memukul ketika dalam mengajar. Mendengar hal ini sontak membuat dia gerah dan meminta pihak terkait agar segera menindak guru tersebut, mengingat ini dapat mengganggu psikologi anak-anak dalam belajar sehingga tidak berani berhadapan dengan guru tersebut.

” Jujur, kami tidak terima dengan sikap guru ini, bukan hanya satu atau dua anak saja yang sudah menjadi korban tapi banyak lagi anak murid lain yang pernah mencicipi pukulan guru tersebut,” singkatnya.

Sayangnya, pasca informasi ini diterima awak media pada hari Minggu sehingga belum dapat mengkonfirmasi kepada pihak sekolah akan kebenaran kejadian ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten BU, Margono, S.Pd ketika akan dikonfirmasi dihubungi via ponsel, tengah tidak aktif.

Artikel terkait :

https://rubriknews.com/sst-ada-sekolah-wajibkan-wali-murid-bawa-mebelair-sendiri/

https://rubriknews.com/audit-inspektorat-dugaan-korupsi-pengadaan-mebelair-rampung/

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment