Kecewa, Warga Kemumu Sebut Kepemimpinan Mi’an Banyak Jalan Rusak Terkesan Dibiarkan

Bangun Hotmix Jalur Dua, Sementara Banyak Jalan Rusak Parah Dibiarkan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Warga Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara, mengaku menyesal memilih Mi’an menjadi Bupati Bengkulu Utara periode ini. Pasalnya, ia menilai banyak kebijakan Mi’an yang disebut tidak seperti diharapkan masyarakat. Ironisnya lagi, ketika dikritik banyak sekali dalih mulai dari anggaran terbatas, hingga janji yang tak kunjung ditepati. Hal ini seperti disampaikan oleh Bayu, ditemui awak media di bengkel motor miliknya tepat di wilayah Kelurahan Kemumu, Minggu (12/7).

“Saya akui, saya menyesal memilih Mi’an menjadi Bupati Bengkulu Utara periode ini. Karena, kebijakan Mi’an dalam memimpin menjadi Bupati Bengkulu Utara, nyaris semuanya tidak ada yang berpihak kepada masyarakat kecil. Salah satu contoh, buat apa membuat jalur dua hotmix link Simpang Desa Talang Denau hingga persimpangan komplek perumahan Jaksa. Sementara, kami disini setiap hari terpaksa mengkonsumsi debu, akibat kondisi jalan yang sudah rusak parah,” ujar Bayu.

Jalan rusak

Bayu pun semakin geram dengan kebijakan Mi’an, yang dinilai tidak relevan dan dinilai tidak memihak kepada masyarakat. Itu terlihat, pembangunan infrastruktur lainnya terutama jalur dua tersebut, cukup menguras anggaran capai Rp. 12.764.100.000 dengan sumber dana APBD Kabupaten Bengkulu Utara. Padahal, yang ia ketahui link jalan tersebut merupakan link jalan milik provinsi Bengkulu, ini justru terkesan memaksakan pembangunan hotmix, yang bukan pada tempatnya. Sementara, jalur link Kemumu-desa Pagar Banyu, yang merupakan milik Bengkulu Utara sendiri, sudah mengalami kerusakan parah. Terakhir, pembangunan jalan ini berkisar 5-6 tahun yang lalu. Dimana, pembuatan jalan ini, belum genap setahun sudah mengalami kerusakan parah. Yang mana, pembangunannya terindikasi korupsi. Inipun terbukti, telah adanya keputusan inkrah dari pengadilan, atas beberapa pentolan tokoh di Dinas PUPR BU beserta kontraktornya, yang telah menjalani hukuman akibat pembangunan jalan ini.

“Coba fikir, jalan milik sendiri (Kabupaten Bengkulu Utara,red) dalam keadaan rusak parah. Malah membangun, jalan yang saya ketahui milik link Provinsi Bengkulu. Apakah nggak aneh tuh kebijakan bupati, yang patut mempertanyakan?. Terlebih lagi, nilai nominal pembangunan jalan itu sangat wah, mencapai belasan miliaran rupiah,” bebernya.

Jalan dua jalur

Ia pun menandaskan, akan penyesalannya telah memilih Mi’an pada periode ini menjadi Bupati Bengkulu Utara. Untuk kedepannya Pilkada Desember ini, ia berharap ada pemimpin pengganti Mi’an, yang dapat benar-benar memperhatikan serta mendahulukan pembangunan, yang sifatnya sangat dibutuhkan masyarakat. Bukan, hanya terkesan mencari keuntungan semata. Selain itu, jika Bengkulu Utara mendapatkan pemimpin yang baru, diharapkan tidak seperti kepemimpinan bupati saat ini, yang terkesan pilih kasih dan diduga tidak pada tempatnya dalam merencanakan pembangunan infrastruktur di Bengkulu Utara.

“Kami harap, periode Mi’an menjabat bupati, cukup satu periode ini saja. Karena, jabatannya di periode ini saja, sudah sangat banyak dikeluhkan masyarakat, dan bukan hanya diwilayah ini saja. Namun, diwilayah lain saya yakin sependapat dengan saya. Untuk diwilayah saya, masyarakat disini sudah mengungkapkan dan bisa dikatakan sepakat, tidak akan mengharapkan Mi’an menjadi bupati lagi,” keluh Bayu.

Truck Pengangkut Material Dua Kuari Hasilkan Debu

Selain itu, ia pun mengeluhkan lebih jauh dengan kebijakan Mi’an menjadi Bupati Bengkulu Utara ini, atas diberikannya izin kepada dua perusahaan raksasa membuka kuari di wilayah tersebut. Alhasil, truck-truck pengangkut material dua perusahaan raksasa, yang diketahui perusahaan Roda Teknindo dan RGB ini, melintasi jalan tersebut, yang menghasilkan debu dan dinilai semakin memperparah kondisi jalan.

“Coba lihat sendiri, ini truck-truck berlalu lalang di jalan inilah. Jelas semakin memperparah kondisi jalan ini, ditambah lagi kami jadi setiap hari makan debu. Ini jelas, kami mempertanyakan kebijakan Mi’an, yang mengeluarkan izin kedua perusahaan tersebut, tanpa komitmen yang dinilai dapat menguntungkan masyarakat sekitar. Nyatanya, justru yang ada terkesan merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga :

Jalan Pusat Kota Desa Rama Agung Tak Tersentuh Pembangunan, Made Pageh : Periode Mi’an Cukup Kali Ini Saja

Dewan Angkat Bicara Kepemimpinan Mi’an, Atas Keluhan Masyarakat Banyak Jalan Rusak Di Bengkulu Utara

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment