Jaksa Belum Terima LHP Desa Taba Kelintang Dari Inspektorat Bengkulu Utara

RubrikNews.com , BENGKULU UTARA– Terkait pengusutan indikasi korupsi di desa Taba Kelintang Kecamatan Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara, terhadap pengelolaan keuangan Dana Desa. Dimana, pihak desa Taba Kelintang diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melakukan korupsi pada kegiatan pengadaan Jamban untuk masyarakat.

Pihak Inspektorat diketahui, telah merampungkan audit yang sudah dituangkan pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang mana, terdapat temuan ratusan juta rupiah pada kegiatan Jambanisasi. Namun menariknya, hingga saat ini pihak Kejari Bengkulu Utara, selaku penegak hukum yang menyelidiki dan penerima laporan indikasi korupsi ini, belum juga menerima LHP dari pihak Inspektorat Bengkulu Utara. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kejari Bengkulu Utara Fatkhuri, SH, MH melalui Kasi Intel Denny Agustian, SH, MH kepada awak media.

“Soal pengusutan laporan atas indikasi korupsi di desa Taba Kelintang, kita belum menerima hasil audit LHP dari Inspektorat. Kendati, infonya audit sudah rampung, sepertinya kita belum dikirimi hasilnya, dan kemungkinan mereka masih memberi waktu untuk TGR,” ujar Denny.

Menindaklanjuti soal pengembalian TGR, ketika disinggung seperti apa kapasitas Inspektorat Bengkulu Utara, justru menjadi pihak yang menindaklanjuti TGR. Padahal, pengusutan indikasi desa Taba Kelintang sudah ditangani pihak penyidik Kejari BU, dan Inspektorat hanya selaku pengaudit atas dasar permintaan penyidik. Dimana, sejatinya penyidiklah yang akan menekankan pengembalian dari pihak desa Taba Kelintang. Denny menimpalinya, pihaknya belum mengetahui hasil audit. Apakah, hasil audit ada kesalahan administrasi atau adanya perbuatan melawan hukum.

“Kami belum mengetahui hasil audit Inspektorat, apakah dalam temuan adanya perbuatan melawan hukum atau hanya kesalahan administrasi. Sehingga, kita belum bisa menyimpulkan apa apa atas pengusutan indikasi korupsi tersebut. Mengingat, kita tetap mengikuti prosedur, dimana ada kerjasama MoU yang harus kita ikuti sama sama,” timpal Denny.

Lebih jauh disinggung soal lanjut atau tidaknya pengusutan indikasi korupsi di desa Taba Kelintang, jika pihak desa Taba Kelintang menyelesaikan pengembalian TGR ke Inspektorat. APakah, pengusutan akan berlajut, atau selesai sampai hanya pengembalian TGR?. Denny pun menjawab lebih jauh, tergantung dengan hasil pemeriksaan pihak Inspektorat Bengkulu Utara.

“Kita lihat aja dulu hasil pemeriksaan Inspektorat,” tegasnya.

Sementara itu, seperti diketahui pihak Inspektorat Bengkulu Utara telah merampungkan audit LHP atas indikasi korupsi di desa Taba Kelintang kecamatan Batik Nau Bengkulu Utara terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2018. Seperti yang diungkapkan oleh Inspektur Inspektorat Bengkulu Utara Suharto Hadayani.

“LHP Desa Taba Kelintang sudah selesai. Untuk temuannya mencapai ratusan juta, dan temuan itu menjadi TGR,” kata Suharto.

Suharto juga mengatakan, pengembalian TGR untuk desa Taba Kelintang, terhitung 60 hari kalender. Dihitung mulai hari Jum’at (18/10) kemarin. Selain telah diberikan ke pihak desa (Kades), LHP tersebut nantinya juga akan diberikan pada pihak Kejaksaan Negeri Arga Makmur.

“Untuk pengembaliannya, kita tunggu saja selama 60 hari kedepan. Jika tidak mengembalikan TGR nya selama 60 hari tersebut, tinggal urusan pihak aparat penegak hukum laginya. Apalagi temuannya cukup lumayan besar,” jelasnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment