Disambangi Dinsos, E-Warong Bantah Seluruh Laporan Masyarakat Ke Kades Soal BPNT

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya indikasi markup, atas bantuan sosial Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilakukan oleh oknum e-warong di desa Batu Layang Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara, ternyata semuanya salah paham. Dalam hal ini, pihak E-Warong desa Batu Layang telah memberikan semua laporan pengeluaran BPNT untuk 40 KPM di desa tersebut kepada pihak Dinas Sosial (Dinsos) Bengkulu Utara, saat disambangi pada Jum’at (27/3).

Dalam pernyataannya, dikutip oleh Kepala Dinas Sosial Bengkulu Utara Suwanto, pihak e-Warong yang dalam hal ini milik ibu Dewi, menyatakan semua tudingan masyarakat, yang melapor ke Kades Batu Layang tidak benar. Ia pun menegaskan, semua prosedure serta kelayakan yang diterima KPM sesuai dengan petunjuk yang berlaku. Dalam hal ini, pihak e-warong telah membuktikannya kepada pihaknya, dihadapan Kades, KPM, pendamping. Sementara, dalam penyaluran sendiri dihadiri langsung oleh Kasi Kessos Kecamatan Hulu Palik.

“Kalau berdasarkan laporan yang kami terima dari pemilik e-warong, semua tudingan yang dilontarkan kepadanya tidak benar. Sehingga dalam hal ini, kami menyimpulkan tidak ada masalah dengan e-warong tempat penyaluran bansos BPNT desa Batu Layang. Karena, dari laporan yang kami pelajari semuanya lengkap dan rapi,” ujar Suwanto.

Suwanto : Tiga Item Tidak Ada Yang Terbukti

Suwanto pun menjelaskan, perihal tiga item yang menjadi keluhan dan laporan masyarakat setempat, versi Kades ini. Dimana, mulai dari harga, kemudian soal penerima, yang katanya berganti, dan tidak diperbolehkannya penerima KPM mengambil haknya di e-warong lain, semuanya tidak ada yang terbukti.

Ia pun menjelaskan lebih jauh, pertama soal harga, e-warong ibu Dewi ini menjual harga beras sesuai dengan petunjuk, yakni Rp. 12 ribu perkilo gram, dan KPM menerima beras sebanyak 16 KG untuk bantuan Januari-Februari 2020 ini. Kemudian, soal telur harga yang dijual oleh e-warong seharga Rp. 45 Ribu, bukan Rp. 50 Ribu, dan KPM menerima sebanyak 70 butir telur dari yang semestinya 72 butir telur, untuk dua bulan ini. Untuk dua butir telur, akan direalisasikan oleh e-warong pada pencairan BPNT bulan Maret 2020 ini.

“Semuanya sudah sesuai dengan petunjuk, tidak ada indikasi markup harga yang dijajakan oleh e-warong desa Batu Layang ini. Kami sudah mendatangi dan melakukan pengecekan, semua tudingan tidak benar, begitu juga dengan harga beras. Yang mana, beras yang diterima oleh KPM sejumlah dua karung, yang mana dalam masing-masing karung itu sebanyak 8 KG. Kemudian soal penerima yang berganti, ini juga sepertinya salah pengertian. Temuan kami, ternyata ini dialami oleh mertua Kades, yang mana ia sudah mengambil haknya sebagai penerima BPNT untuk tiga bulan awal tahun 2020 ini, sudah diambil pada tiga bulan akhir tahun 2019 kemarin. Sehingga, untuk 3 bulan tahun 2020 ini, mertuanya kades hanya menerima sisa sejumlah Rp. 90 ribu. Terakhir, soal KPM tidak diperbolehkan mengambil di e-warong lain, itu juga salah faham, dan pihaknya juga sudah menghimbau, agar tidak ada penekanan kepada KPM untuk mengambil haknya di e-warong mana saja,” jelas Suwanto.

Terkait pernyataan Kades terhadap pihak media, yang sudah cukup menyudutkan pemilik e-warong sangat disesalkan, dan ia pun menghimbau kepada semua Kades, agar dalam menerima laporan masyarakat untuk dilakukan pengecekan kebenarannya, supaya tidak ada yang dirugikan dalam hal ini. Kemudian himbauan untuk e-warong sendiri, jangan coba-coba mengambil keuntungan mulai dari harga hingga lainnya, karena jika ini dijalankan sesuai petunjuk saja sudah memberikan keuntungan berlebih bagi pemilik e-warong.

“Kami yang jelas, sangat menyesalkan pernyataan kades yang menerima mentah-mentah laporan masyarakat, tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Kedepan, kami harap semua kades di Bengkulu Utara, untuk selektif dalam menerima laporan. Kami pun mengerti ini, menyangkut masyarakat penerima yang dibela oleh kades, namun di cek dulu kebenarannya. Kemudian untuk e-warong kami himbau jangan coba-coba bermain, karena kami akan menindak tegas jika terbukti adanya temuan dugaan penyimpangan,” imbuhnya.

Kades benarkan Kedatangan Dinsos BU

Sementara itu, Kepala Desa Batu Layang Zulkarnaen, ketika dihubungi via ponsel yang diangkat oleh istrinya menyebutkan suaminya tengah tidur. Untuk kedatangan pihak Dinsos, sudah dibenarkan oleh istri kades dan semua masalah dugaan penyelewengan, sudah di klarifikasi langsung pihak Dinsos BU.

“Iya, tadi pihak Dinsos sudah datang ke desa kami, yang juga langsung dihadiri semua pihak mulai dari pemilik e-warong, pendamping hingga beberapa perwakilan KPM,” singkat Kades.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment