Balita Warga Kecamatan Enggano, Mengidap Penyakit Hydrocefalus Butuh Uluran Tangan

RubriKNews.com , BENGKULU UTARA– Malang nasib dialami Harmartithan L. Tobing warga desa Banjar Sari Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, yang baru berusia 1,2 tahun, sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan

Pasalnya, balita ini mengidap penyakit Hydrocefalus. Yang mana, sebagian bertambah hingga 16 Kg. Hingga saat ini, diketahui balita malang ini belum juga mendapatkan penangan medis, lantaran kondisi kedua orang tuanya yang kurang mampu. Terlebih lagi, karena membutuhkan fasilitas dan prasarana di kepulauan, yang masih terbilang sulit.

Sejauh ini, usaha yang dilakukan kedua orang tua balita malang ini, sudah berangkat ke Kota Bengkulu dan tinggal di salah satu kediaman kerabat orang tuanya, di wilayah Teluk Betungan Kota Bengkulu. Guna, mengatur kelengkapan dan bantuan untuk mendapatkan perawatan, yang layak. Seperti disampaikan, di akun media sosial yang membeberkan. Terkait, keluarga balita ini perlu biaya perawatan, untuk biaya perawatan dan biaya hidup kompilasi di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara Syamsul Ma’arif kompilasi, memindahkan media, meminta bantuan dan tindakan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Utara, atas apa yang dibutuhkan oleh balita malang tetangga Kecamatan Enggano ini. Syamsul mengatakan, lebih lanjut pasien sudah menyetujui rujuk ke Rumah Sakit M Yunus Bengkulu, yang juga sudah di urus proses rujuk ke RSCM di Jakarta.

 

“Pasien sudah dirujuk sesuai jenjang dari puskesmas di Enggano ke RSMY Bengkulu. Setelah itu, dari RSMY sudah dirujuk ke RSCM Jakarta. Selain itu, pasien juga sudah diberikan BPJS / KIS Kesehatan,” singkat Syamsul.

Dinkes Bengkulu Utara Galang Dana

Pihaknya juga bersama dengan pihak Puskesmas Enggano, guna melakukan penggalangan dana untuk keluarga pendamping selama mereka ke RSCM. Diakui Syamsul, jika tidak ada halangan Senin (27/5), dana yang sudah terkumpul akan disalurkan ke rekening keluarga pasien.

 

“Temen-temen Puskesmas Enggano juga sudah menggalang dana, itu sengaja kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga pendamping. Mengingat, BPJS hanya menanggung biaya pengobatan pasien,” tutupnya.

Sayangnya, ketika awak media mencoba mengkonfirmasi dengan pihak Dinas Sosial, yang dipimpin oleh Suharto Handayani, hingga berita ini diterbitkan. Pihak Dinsos belum juga merespon, seperti apa penanganan sosial dari pihak Dinsos Bengkulu Utara.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment