Akibat Diduga Manipulasi SPj, Kades Tebat Pacur Terancam 20 Tahun Penjara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Meskipun sempat melaporkan salah seorang oknum LSM di Bengkulu Utara (BU), atas tindak penipuan yang dilakukan oknum LSM kepada dirinya. Dimana laporan tersebut, oknum LSM ini mengaku dapat menyelesaikan kasus atau perkara di Desa Tebat Pacur dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2017-2018, yang saat ini masih dalam penyelidikan Polres BU. Akhirnya, Kepala Desa (Kades) Tebat Pacur Kecamatan Kerkap, Kabupaten BU, yakni JA (47) ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan oleh pihak unit Tipidkor Sat Reskrim Polres BU. Atas dugaan tindak pidana korupsi, pada pengelolaan keuangan desa, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2017 dan tahun 2018. Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Kapolda Bengkulu Irjen Pol Drs Teguh Sarwono melalui Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto SH MH didampingi KBO Reskrim Polres BU Iptu Asnawi, pada jumpa pers, Senin (20/7).

“Ya, dari hasil proses penyelidikan dan penyidikan, telah kami kami temukan adanya indikasi manipulasi pelaporan SPj, sehingga kami menetapkan Kades Tebat Pacur berinisial JA, menjadi tersangka dengan dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan desa, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2017 dan tahun 2018 yang dipegang, disimpan, dikelola oleh JA selaku Kades,” kata Asnawi.

Asnawi menambahkan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan oleh unit tipidkor Sat Reksrim Polres BU, JA selaku Kades dalam melakukan pengelolaan keuangan melalui anggaran DD tahun 2017 dan 2018 ini, SPJ yang dilaporkan tidak sesuai dengan fakta belanja barang dan jasa. Atas perbuatannya tersebut, menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 354.848.465,-.

“Berdasarkan dari hasil Audit pihak Inspektorat BU, dan proses penyelidikan dan penyidikan. Kita temukan beberapa dugaan dan bukti penyelewengan Dana Desa tahun 2017 dan 2018, yang dikelola tersangka yang menyebabkan kerugian negara. Dimana, tersangka terbukti membuat SPJ fiktif pada pembangunan fisik, yang menggunakan dana desa tahun 2017 dan 2018,” terangnya.

KBO : Tidak Menutup Kemungkinan Ada tersangka Lain

Lebih lanjut, Iptu Asnawi menyampaikan, bahwa atas perbuatannya tersangka JA dijerat dengan pasal yang di prasangkakan yakni Primeir yakni 2 ayat (1) UU 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidan korupsi. Dan Subsider pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pembarantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 milyar.

“Dengan ditetapkannya Kades Tebat Pacur terjerat ancaman 20 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 1 miliar. Namun tidak tutup kemungkinan ada tersangka lainnya, dan saat ini kami sedang mendalami porses tersebut,” pungkasnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment