RubriKNews.com, LEBONG UTARA – Miris, disaat warga membutuhkan bantuan lantaran pada Minggu pagi (29/10) sekitar pukul 06.30 WIB, sempat dihebohkan salah satu rumah milik Hermanto (45) warga Jalan Balai Pertemuan Kelurahan Pasar Muara Aman Kecamatan Lebong Utara, habis dilalap si jago merah. Unit Pemadam Kebakaran (PBK) tidak terlihat memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah. Hal ini sangat disayangkan oleh Hermanto dan keluarga beserta warga setempat.
Disampaikan oleh Johari kakak kandung korban kebakaran, pihaknya sangat menyayangkan unit yang dibawah naungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ini, tidak standby untuk memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah kebakaran. Padahal, informasi yang telah diterimanya beserta keluarga, unit PBK ini sudah berulang kali dihubungi baik oleh warga maupun oleh pihak Kecamatan adanya kebakaran, namun tidak satupun kendaraan PBK ini datang ke lokasi kebakaran.
” Kami mengakui ini sebuah musibah. Namun kami sangat menyayangkan unit yang disediakan oleh pemerintah ini, yang peruntukkannya untuk membantu warga yang terkena musibah kebakaran, justru tidak memberikan partisipasi apapun. Namun beruntung saja, api dapat dipadamkan meski dengan gotong royong warga yang menggunakan peralatan tradisional seadanya seperti ember,” ungkapnya yang menyesalkan kejadian ini.
Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong H Mirwan Effendi, SE, M.Si ketika dikonfirmasi di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengaku sangat malu dengan kinerja bawahannya tersebut. Ia berjanji, akan memanggil seluruh jajaran Satpol PP dan PBK Lebong, guna mempertanggungjawabkan serta mengklarifikasi terhadap kejadian ini, dimana tidak adanya kesiagaan pihak PBK dalam menangani musibah ini.
” Yang namanya musibah itu kapan saja bisa terjadi, dan kebetulan katanya pas kejadian sedang lepas piket, tapi tetap kinerja PBK akan kita evaluasi kembali seluruhnya, karena memang tidak ada alasan mobil tidak standby, padahal mobil PBK pengadaan baru sudah ada,” ujar Sekda.
Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP Andree Ghama, S.Ik melalui Kapolsek Lebong Utara AKP Pahotan Panjaitan, SH menuturkan, penyebab kebakaran ini, dugaan sementara adanya korsleting listrik yang berada pada bagian depan rumah milik korban, dimana hubungan arus pendek listrik menyebabkan api yang menyebar dan menyambar bagian plafon rumah korban.
” Kita sudah menurunkan tim ke lokasi TKP, sejauh ini kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, dimana terdiri dari 2 unit motor jenis mio Z dan supra milik korban, beserta surat-surat berharga lainnya dan barang dagangan milik korban, habis dilalap api,” jelas Kapolsek.
Berdasarkan keterangan saksi Jonara Putra, kebakaran ini terjadi begitu cepat. Dikatakannya, api pertama kali terlihat berasal dari depan rumah dan langsung menyambar seluruh bagian ruang.
” Saya awalnya tidak menyadari kejadian ini, namun saya melihat adanya kepulan asap yang keluar dari rumah tetangga saya ini. Seketika saya langsung berteriak memberi tahu warga lainnya, dan langsung mengecek bagian dalam rumah yang ternyata ada anak dari Hermanto, yang langsung kami tolong dengan mendobrak jendela bagian belakang rumahnya. Beruntung anaknya dapat kami selamatkan,” imbuhnya.
Data terhimpun dilapangan, pemilik rumah Hermanto tidak menduga kejadian ini bakal dialaminya. Kebiasaan sehari-harinya yakni pergi lebih awal untuk membuka los barang dagangan pecah belah miliknya di Pasar Muara Aman, yang juga disusul oleh istrinya. Namun, hari itu ia mendapat kabar warga berteriak memberitahukan kediamannya mengalami kebakaran. Mendengar kabar buruk tersebut, korban langsung bergegas menuju kediamannya. Proses evakuasi pemadaman api, berhasil dilakukan oleh ratusan warga setempat yang menggunakan alat tradisional, dimana api berhasil dipadamkan kurang lebih satu jam dengan kondisi rumah yang sudah nyaris rata dengan tanah.
Laporan : Apri
Editor : Effendy

