Awas!!! Aksi Premanisme “Bali” Mulai Meresahkan, Dua Warga Alami Korban Luka Bacok

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ketenangan Kabupaten Bengkulu Utara (BU) dari aksi premanisme mulai terusik. bagaimana tidak, Minggu dini hari (3/5) sekitar pukul 01.00 WIB dua orang warga desa Batu Roto Kecamatan Hulu Palik alami luka bacok, lantaran terlibat keributan dengan salah satu anggota pemuda yang biasa melakukan aksi Balap Liar (Bali). Akibatnya, kedua warga Taswin (50) dan menantunya Abi (21) alami luka robek dengan 24 jahitan.

Data terhimpun, diketahui kejadian ini dipicu aksi tidak terima salah satu pemuda warga desa tetangga yakni berinisial Ok warga desa Aur Gading, yang merupakan anggota Bali yang biasa melintasi desa desa yang ada diseputaran Kecamatan Hulu Palik BU. Ok berang ketika ditegur oleh korban Taswin, yang mana ia merasa suara dari knalpot pelaku ini sudah mengganggu ketenangan warga, terlebih lagi ia memberanikan diri untuk menegur itu lantaran istrinya yang tengah sakit.

Aksi peneguran ini diakui oleh putri Taswin Septi, dilakukan oleh ayahnya tersebut didepan kediamannya. Ketika ditegur, pelaku mendatangi ayahnya dan terjadi pertengkaran mulut, yang akhirnya pelaku yang ditemani oleh rekannya sesama Bali lainnya pergi meninggalkan ayahnya. Namun, tidak berselang lama pelaku rupanya kembali datang dengan membawa rombongan yang dipersenjatai dengan senjata tajam. Tidak tahu seperti apa kejadiannya, tiba-tiba para pelaku ini langsung melakukan aksi bacok dan mengenai tubuh ayahnya. Melihat hal tersebut, Abi yang merupakan menantu serta suami dari Septi ini langsung memberikan pertolongan, namun bukannya dapat menolong justru ia pun menjadi korban amukan para pelaku ini, yang akhirnya Abi pun mendapatkan luka robek dibagian tangan dengan 8 jahitan.

” Ayah saya sudah menegur baik-baik, namun rupanya disalah artikan para pelaku. Namun saya tidak menyangka akhirnya bakal terjadi seperti ini, harapan saya dengan kejadian ini pihak Kepolisian harus lebih awas lagi dalam menjaga keamanan di Kabupaten BU ini. Dengan kejadian ini juga, saya harap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya karena selain sudah mengganggu ketenangan warga juga sudah tidak segan lagi melukai orang tua yang semstinya bukan lagi menjadi lawan, namun dihormati,” ujar Septi dengan nada kesal dan panik melihat kejadian langsung ayahnya bersimbah darah.

Sementara itu, membenarkan kejadian ini Kepala Desa Batu Roto Wasri, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian berdarah yang dialami oleh warganya tersebut. Pihaknya bergerak cepat setelah mendengar informasi, yang langsung melapor kepada pihak Kepolisian terdekat.

” Benar ada dua orang warga kami mengalami luka bacok, pelakunya pemuda yang berasal dari Desa Aur Gading, pagi ini kedua korban sudah melaporkan kejadian pembacokan terhadap dirinya ke Mapolsek Kerkap, dan untuk lebih jelasnya permasalahan ini silahkan menghubungi pihak polsek,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri, tidak membantah kejadian ini. Pihaknya melalui Polsek Kerkap, sudah langsung bergerak setelah menerima informasi ini dan berhasil mengamankan pelaku pembacokan.

” Pelaku telah diamankan, selanjutnya akan menjalani pemeriksaan termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi dan korban. Kejadiannya di wilayah hukum Polsek Kerkap,” demikian Kasat.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment