7 Tahun Pemkab Bengkulu Utara Diduga Tunggak Pajak Kendis

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kendaraan Dinas (Kendis) di Pemerintahan Kabupaten Bengkulu Utara mencapai ratusan unit, namun menariknya informasi terhimpun awak media. Pajak Kendis tersebut, sudah selama 7 tahun menunggak pajak. Terutama, kendis BD 1 D, yang sebelumnya Jeep Landrover/Discovery 3.0 IDV6 AT dengan plat nopol BD 1157 DY, yang digunakan oleh Bupati Bengkulu Utara mulai dari Imron Rosadi hingga Mi’an, menunggak pajak mencapai puluhan juta rupiah.

Selain itu, kendis lainnya yang nunggak pajak terdapat sebanyak 625 unit, mulai dari kendis roda empat maupun roda dua. Diman rinciannya, terdiri dari 512 kendaraan roda dua dan 114 roda 4. Yang nominalnya, jika dikalkulasikan sleuruhnya mencapai Rp. 729 Juta. Lalu, dimana anggaran untuk pembayaran pajak kendis yang terkesan merugikan negara ini.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Bengkulu Utara, Fitriansyah, S.Stp,MM ketika dikonfirmasi, tidak membantahnya. Ia, membenarkan tertunggaknya pajak kendis dilingkungan Setdakab BU tersebut. Bahkan, kata Fitriansyah kendis tersebut bukan hanya di Setdakab tapi tersebar di beberapa OPD.

“Tidak hanya di Setdakab tunggakan pajak tersebut, melainkan nyaris di seluruh OPD di lingkungan Pemkab BU,” ujar Fitri.

Fitri pun berdalih, tertunggaknya pajak kendis tersebut lantaran tidak adanya dokumen TNKB yang kebanyakan hilang. Terlebih lagi, banyak juga kendis yang sudah tidak digunakan lagi, alias menjadi bangkai.

“Itulah, banyak kendis sudah tidka bis adigunakan lagi, sementara penghapusannya terkendala permasalahan administrasi ditambah dibutuhkan dokumen kendis tersebut,” dalihnya.

Lebih jauh ia melempar permasalahan tunggakan pajak kendis ini, disebutkannya banyak penyerahan kendis ini oleh OPD dan laporannya kepada pihaknya, tidak disertai dengan dokumen lengkap. Sementara untuk Land Rover yang digunakan oleh Bupati, ia tidak bisa berkomentar dan akan berkoordinasi dengan pihak keuangan Setdakab BU, agar dapat ditindaklanjuti segera.

“Soal itu, saya akan berkoordinasi dengan pihak Samsat keuangan, agar segera ditindaklanjuti,” demikian Fitri.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment