RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Sebanyak 57 pedagang yang menempati alokasi, yang di kondisikan oleh pihak Dinas Pariwisata Bengkulu Utara, mengucapkan terima kasih lantaran diberikan kesempatan mengais rezeki tanpa dipungut apapun, oleh pihak pemerintah. Dalam hal ini, seperti disampaikan oleh Cece alias Novita Sari dan beberapa pedagang bersamanya, yang menandaskan bahwasanya dirinya dan 56 pedagang lainnya sama sekali tidak pernah dimintai uang oleh pihak Dinas Pariwisata Bengkulu Utara.
“Kami sangat bersyukur sekali dengan pihak pemerintah, yang sudah meluangkan dan memberikan kesempatan waktu dan tempat kepada kami, untuk mengais rezeki di ALun-alun Arga Makmur ini. Kendati sebelumnya telah dilakukan penertiban, yang kami sadari kami menempati tempat untuk berdagang di Alun alun tidak beraturan alias tidak memiliki izin. Namun, dengan adanya penertiban ini kami menjadi tenang untuk mencari sesuap nasi pak,” ujarnya.
Dalam hal ini, Novita Sari yang mewakili 56 pedagang lainnya, juga menegaskan. Bahwa dirinya dan 55 pedagang lainnya, tidak pernah dimintai apapun oleh pihak Dinas Pariwisata Bengkulu Utara, justru dirinya dan pedagang lainnya timbul tanda tanya besar. Mengapa, dengan alokasi yang disiapkan oleh pihak Dinas Pariwisata BU, tidak ada pungutan retribusi.
“Sekalipun ada retribusi kewajiban kami, kami juga tidak keberatan. Namun kenyataannya, hingga saat ini kami diberikan kesempatan secara gratis oleh pemerintah untuk mencari rezeki disini. Dan kami pun sangat senang, dan saat ini telah bisa dengan tenang menjajakan dagangan kami,” bebernya.
Pedagang : Ada Pungutan “Hoaks” Itu
Disinggung adanya, dugaan salah satu pedagang nakal yang mengaku dimintai uang untuk menempati lapak di Alun-alun Rajo Malim Paduko. Novita Sari pun bersama pedagang lain, menandaskan dengan keras, informasi tersebut Hoaks, dan itu dikatakannya tidak benar. Karena, hingga saat ini, pihak Dinas Pariwisata Bengkulu Utara sama sekali tidak meminta apapun kepada pedagang, dan hal tersebut ditegaskannya dipersilahkan awak media mempertanyakan satu persatu pedagang.
“Jika ada yang mengaku pihak Dinas Pariwisata meminta uang, itu “Hoaks” pak, tidak benar itu. Kami siap membela pemerintah, karena secara fakta kami tidak pernah diminta uang. Jika ada pedagang nakal, yang menyebarkan fitnah seperti itu, saran kami laporkan aja ke pihak penegak hukum pak. Karena, itu jelas sudah fitnah. Kasihan pihak pemerintah, yang sudah memberlakukan secara baik pedagang di Alun-alun ini, justru di fitnah oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.
Mendapatkan support penuh dari para pedagang ini, Sekretaris Dinas Pariwisata BU Nyoman Karwiyanto, mengaku sangat berterima kasih kepada pedagang yang sudah merasa senang dengan pelayanan pihak Dinas Pariwisata BU. Ia pun menegaskan, pihaknya memang tidak memungut apapun kepada para pedagang, yang ditertibkan dan menempati area yang sudah dikondisikan. Dalam hal ini, ia menegaskan, penempatan pedagang juga diatur sedemikian rupa tanpa dipungut biaya apapun, alias diberlakukan secara gratis.
“Kami sadar, para pedagang ini mencari makan terutama di masa pandemi ini. Kami tidak akan mencari kesempatan, dalam giat kemanusiaan kami ini. Sejauh ini, kami sudah sosialisasikan mengenai gratisnya area tempat berdagang di Alun alun Arga Makmur ini. Jika pun ada pihak yang tidak bertanggungjawab, mencatut nama saya. Saya harap, ia akan menerima balasannya nanti, karena kami sifatnya disini menolong dan tidak ingin berlaku semena-mena,” singkat Nyoman.
Laporan : Redaksi

