Warga Kecewa, Belum Setahun Air Mancur Bundaran Sudah Tidak Muncrat Lagi

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ironis memang, keinginan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an yang digadang-gadangkan untuk memberikan suasana baru bagi masyarakat Bengkulu Utara, dengan menata keindahan kota Arga Makmur, mulai dikeluhkan oleh masyarakat. Bagaimana tidak, seperti air mancur bundaran Arga Makmur yang disebut oleh bupati menjadi ikon menarik di Kota Arga Makmur, justru saat ini sudah tidak aktif lagi. Hal ini terlihat, sudah beberapa waktu ini air mancur yang menguras anggaran ratusan juta rupiah tersebut, sudah tidak muncrat lagi.

“Iya mas, saya sudah beberapa malam ini kesini, biasa membawa anak-anak yang selalu ingin melihat air mancur. Tapi sayang, sudah beberapa waktu ini dan belum setahun ini, air mancur sudah nggak muncrat lagi,” ujar Tri warga Padat Karya Arga Makmur.

Ia pun sangat menyayangkan, apa yang dicita-citakan bupati justru hanya sekedar memberikan angin segara bagi masyarakat Bengkulu Utara. Ia pun berharap, jangan sampai apa yang dilakukan oleh bupati ini, hanya sekedar pencitraan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ini. Semoga saja, apa yang menjadi opini buruk masyarakat, terkait keinginan bupati untuk memperindah kota Arga Makmur tidak disalahgunakan, oleh oknum yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi saja.

“Saya menyambut baik keinginan bupati yang sudah memikirkan memperindah kota Arga Makmur dan memberikan ruang tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat Bengkulu Utara. Namun sangat disayangkan, jika keinginan bupati itu disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Seperti hal contohnya, keindahan air mancur Bundaran Arga Makmur ini sudah tidak lagi bisa dinikmati masyarakat BU, karena sudah tidak muncrat lagi. Sehingga, harapan kami bupati untuk selalu kontrol terhadap kinerja bawahannya, terlebih lagi menyangkut pekerjaan untuk kepentingan orang banyak,” tutupnya.

Pantauan awak media dilapangan, apa yang dikeluhkan masyarakat ternyata benar adanya. Terlihat, air mancur yang beberapa waktu lalu, menjadi kebanggaan bupati BU untuk berbuat bagi masyarakat, justru tidak muncrat lagi. Adapun yang menyemburkan air, itu hanya di beberapa titik saja. Sejauh ini, masyarakat yang biasa berkunjung untuk melihat keindahan air mancur, saat ini menjadi sepi karena apa yang digadang-gadangkan sudah tidak aktif lagi.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment