Usai Jum’atan, Dua Remaja Digerebek Warga Diduga Tengah Berindehoy

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Jum’at kelabu (12/10), sekitar pukul 13.00 WIB, masyarakat desa Sido Dadi Kecamatan Arma Jaya Kabupaten Bengkulu Utara (BU) dihebohkan dengan aksi penggerebekan mesum. Dua remaja ABG, tertangkap basah oleh warga diduga tengah berindehoy disalah satu kamar rumah milik warga Arma Jaya. Ironisnya, sang perempuan masih dibawah umur dan masih duduk dibangku sekolah salah satu SMK di Arga makmur, sebut saja Bunga (15) warga Arma Jaya, sementara pasangannya Panjul (18) warga Kecamatan Air Besi Kabupaten BU. Beruntung keduanya tidak dipermalukan oleh masyarakat setempat, sehingga keduanya langsung digelandang ke Mapolres BU.

Camat Arma Jaya Rahmat Hidayat, ketika dikonfirmasi terkait penggerebakan ini, tidak membantah dan mengaku dirinya juga telah mendapatkan informasi dari pihak desa Pagar Banyu. Diungkapkan Rahmat, berdasarkan laporan Kades Pagar Banyu kedua remaja ini ditangkap karena dinilai telah meresahkan masyarakat, yang berduaan di kediaman orang lain di desa Sido Dadi.

“Saya juga baru mendapat informasi ini, dan ini memang benar saat ini kedua pasangan telah digelandang ke Mapolres BU,” ujar Rahmat.

Rahmat pun menambahkan, informasi yang diterima kejadian ini bermula ketika masyarakat yang melihat kedua pasangan ini memasuki salah satu rumah warga, yang diduga teman dari Panjul. Saat itu, warga yang melihat pasangan tersebut ketika akan berangkat menunaikan ibadah solat Jum’at, tidak terlalu menghiraukan pemandangan yang ia lihat, dua remaja memasuki rumah kosong dimana pemilik rumah sedang bepergian ke Kota Bengkulu. Namun ketika pulang dari solat, warga merasa curiga karena kedua remaja itu tidak kelihatan lagi dan kondisi rumah sudah tertutup. Tidak ingin membuang waktu bersama dengan warga lainnya, dimana salah satunya ada anggota Mapolres BU, langsung melakukan penggerebekan. Alhasil, didapati kedua pasangan ini disalah satu kamar dirumah tersebut, yang tengah asik memadu kasih. Mencegah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan akan kemarahan masyarakat yang melihat pemadangan kurang sedap tersebut, keduanya langsung di bawa ke Mapolres BU.

” Sejauh ini tengah terjadi mediasi di Mapolres BU, saat ini pihak Kepolisian tengah mengumpulkan orang tua dari kedua remaja ini, guna dilakukan mediasi akan kejadian yang melanggar norma agama tersebut. Mengenai seperti apa kelanjutannya, saya belum bisa berkomentar karena sudah ada Kades dari tiga desa yang juga ikut hadir di Mapolres BU,” ujar Rahmat.

Sementara itu, senada juga dibeberkan oleh Kades Pagar Banyu Kecamatan Arma Jaya Pian kepada awak media, yang membenarkan bahwa salah satu warganya telah tertangkap mesum di wilayah desa Sido Dadi. Dirinya yang langsung mendapatkan informasi dari pihak Mapolres BU, langsung mengubungi orang tua Bunga, guna menghadiri mediasi di Mapolres BU.

” Iya benar, salah satu pasangan yang perempuan merupakan warga saya, dan saat ini tengah diperiksa di Mapolres BU,” kata Kades.

Kades pun menjelaskan, kejadian ini akan berujung mediasi untuk menemui kata sepakat agar tidak ada jalur hukum yang ditempuh meskipun salah satu pasangan ini masih dibawah umur. Hal ini dikatakan Kades, diambilnya jalan mediasi dinilai cukup bijak mengingat jika ini diproses hukum tidak akan menyelesaikan masalah, dan mediasi ini akan bermuara menikahkan kedua pasangan remaja ini. Lantaran jika hal tersebut tidak dilakukan, jika sang perempuan hamil siapa yang mau bertanggung jawab, seandainya pasangan lelakinya menjalani proses hukum, tentunya ini tidak diinginkan. Maka itu, kita saat ini tengah mediasi yang difasilitasi oleh pihak Mapolres BU, guna menemui kata sepakat mengambil keputusan bijak.

” Kita tidak ingin mengambil resiko menjalani proses hukum, untuk itu kita mengharapkan terkait kejadian ini diambil jalan mediasi musyawarah guna mendapatkan kata mufakat yang bijak. Yakni, mengharapkan pihak Kepolisian tidak melanjutkan kasus kejadian ini dan menyerahkan ke pihak Pemerintah Desa agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan, dengan menikahkan keduanya,” jelas Kades.

Berdasarkan pengakuan Bunga kepadanya, awal mula kejadian ini. Berawal ketika Bunga sepulang sekolah dijemput Panjul yang merupakan pacarnya langsung main ke rumah temannya, ketika itu Bunga sendiri tidak tahu kalau rumah teman Panjul itu dalam keadaan kosong. Namun karena sudah terlanjur berhenti, ia pun mengikuti ajakan Panjul untuk beristirahat dirumah itu. Yang hasilnya, ia terkejut mendapati warga sudah ramai dan melakukan penggerebekan.

Disisi lain, ketika awak media mencoba mengkonfirmasi terkait kejadian ini kepada Kasat Reskrim Mapolres BU AKP Jufri, awak media tidak mendapatkan jawaban yang sebenarnya. Ketika dihubungi via ponsel, Jufri mengatakan tidak tahu, dan mengarahkan untuk dikonfirmasi besok (Sabtu,red).

“Tidak tahu saya, besok-besok saja,” singkat Jufri.

Baca juga :

https://rubriknews.com/nyaris-tewas-akibat-pendarahan-hamil-3-bulan-abg-dihadapkan-ancaman-pidana/

https://rubriknews.com/heboh-hamil-3-bulan-abg-kota-arga-makmur-nyaris-tewas/

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment