RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait dugaan jadi ladang korupsi anggaran di Humas Setdakab Pemda Bengkulu Utara (BU), semakin mengarah. Bagaimana tidak, beberapa media mengaku hanya menerima kerjasama selama 1 tahun, khususnya untuk tahun 2018 saja hanya mendapatkan Rp.15-20 Juta/media.
Baca :Â Waw, Milyaran Dana Humas Setdakab Bengkulu Utara Disinyalir Ladang Korupsi
Sementara data yang berhasil terhimpun, anggaran dana humas Setdakab BU, untuk belanja jasa publikasi diketahui mencapai Rp. 1,9 Milyar yang diperuntukkan untuk 31 media cetak, elektronik hingga online dan mingguan. Jika dikalkulasikan, setiap media yang hanya menerima kerjasama maksimum Rp. 20 Juta, di kalikan untuk 31 media itu baru menguras anggaran sebesar Rp. 620 Juta, lalu dimana sisa anggaran dari Rp. 1,9 Milyar yang jika dikurang Rp. 620 Juta masih menyisakan Rp. 1,2 Milyar lebih?.
Terkait hal ini diakui oleh salah satu media yang berhasil dikonfirmasi, sebut saja namanya Rf dari media A, yang mana nama pribadi dan nama medianya tidak ingin disebutkan. Ia mengaku sepanjang tahun 2018 hanya diberikan kerjasama sebesar Rp. 15 Juta. Ironisnya lagi, kerjsama ini pun mendapatkan potongan dari pihak pembayar tagihan, yang mana ia mendapatkan potongan 15 Persen.
“Kerjasama tahun 2018 ini, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp 10 Juta. Itupun kita mendapatkan beban potongan, 10 hingga 15 persen,” ujarnya.
Mengenai jumlah kerjasama yang hanya didapatkannya Rp 15 Juta, diakuinya ia pernah meminta tambahan mengingat agenda Kepala dan Wakil Kepala Daerah yang dapat dipublikasikan banyak, namun justru mendapatkan jawaban hanya sebatas itu pembagiannya dan itu dikutip dari perkataan pihak Humas, semua media mendapatkan porsi yang sama tidak ada dibeda-bedakan.
“Kalau kata Humas semua porsi media sama, 15 hingga 20 Juta, tidak ada yang lebih. Padahal, saya sempat tersirat bertanya-tanya lalu kemana dana anggaran humas yang mencapai milyaran itu. Kalau setiap media hanya diberikan segitu,” keluhnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh media “B” sebut saja penanggungjawabnya berinisial Az, yang juga namanya meminta untuk disamarkan. Disinipun ia mengaku hanya mendapatkan kerjsama untuk tahun 2018 ini Rp. 20 Juta, ia pun menerima hal tersebut mengingat media online yang ia pegang baru menggelar kerjasama dengan Humas Pemkab BU tahun 2018 ini. Begitu juga dengan potongan setiap pencairan kerjasama di Humas, Az mengaku ia juga mendapatkan potongan.
” Saya tidak terlalu mempermasalahkan soal potongannya, namun yang saya sayangkan. Dengan anggaran mencapai milyaran rupiah itu, masa iya kita hanya diberikan porsi Rp 20 Juta, dengan dalih semua media sama. Timbul pertanyaan kita, lalu siapa yang mengambil porsi lebih dari pembagian media yang mencapai Rp. 1,2 Milyar tersebut, itu syarat dipertanyakan. Adakah permainan terselubung dalam pembagian porsi ini atau lainnnya, terlebih lagi jika kita kerjsama kita tidka mendapatkan kebebasan dalam berekspresi sebagai jurnalis dan itu sangat menyalahi,” tutupnya.
Sayangnya, lagi-lagi ketidaktransparan terkait pengelolaan kegiatan belanja publikasi di Humas Setdakab BU terlihat. Jangankan terhadap awak media, kepada pengeloa langsung dan atasan saja tidak tahu soal pengelolaan anggaran tersebut. Hal ini kembali terlihat ketika dikonfirmasi dengan pihak Pemkab BU, baik Kabag Humas Setdakab BU Seno Bayu Aji maupun atasan langsungnya Asisten III Setdakab BU Ramadanus, SE masih mengelak untuk berkomentar jauh, karena keduanya mengaku tidak pernah dilibatkan mulai dari pembagian porsi dana publikasi kepada media hingga pencairannya. Lalu disinggung, siapa yang dimaksud tidak pernah melaporkan hal tersebut, keduanya pun menjawab itu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) belanja jasa publikasi, yakni Kasubbag Pemberitaan berinisial An.
“Kami tidak tahu soal pengeloaan belanja jasa publikasi itu, saya akan memanggil dulu PPTK nya, seperti apa. Kenapa bisa speerti itu nanti kita tanya dulu dia (An,red). Mengenai kurang transparannya pihak PPTK, itu saya tidak bisa berkomentar,” singkat Danus.
Baca juga :Â Diduga Jadi Ladang Korupsi, Asisten 3 Setdakab Bengkulu Utara Ngaku Tidak Tahu Soal Anggaran Humas
Laporan : Redaksi

