BENGKULU – Empat Pilar Bangsa Indonesia yakni Pancasila, UUD 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika harus meresap di lubuk sanubari generasi muda baik pelajar dan Mahasiswa. Pesatnya laju media sosial (medsos) kerap tidak diimbangi dengan kecerdasan pengguna, dalam berkomunikasi. Hingga tak jarang medsos digunakan untuk menyebar kebencian, bahkan memecah belah Suku Ras Antar Golongan dan Agama.
Fakta ini terungkap dari acara Dialog Cinta Tanah Air bertemakan Bersama Meningkatkan Moralitas Bangsa dan Semangat Bela Negara di kalangan Generasi Muda di Provinsi Bengkulu. Kegiatan yang diikuti 100 pelajar Kota Bengkulu ini, digelar di Aitrum Bencoolen Mall (Benmall) siang kemarin (24/8).
Hadir beberapa narasumber diantaranya Pejabat PTP Kementerian Pertahanan Provinsi Bengkulu, Kolonel (Mar) Chaerudin, Kasi Intel, Korem 041/Gamas, Letkol. (Inf) Imam Priharso, SH, MM, Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno, S.Sos, MH, Kabid Dikmen Provinsi, Wahyu Dhrama Priatna, SH, M.Si. Serta Ketua PWI Provinsi Bengkulu, Zacky Antony, SH, MH selaku moderator.
Dalam penyampaiannya, AKBP. Sudarno meminta pelajar memiliki rasa cinta yang mendalam kepada Tanah Air. Pelajar dan Mahasiswa hendaknya mengerti akan Empat Pilar Bangsa. “Kita memang berbeda dari suku-suku di Indonesia. Ada Jawa, ada Sumatera dan seterusnya tetapi kita tetap satu dalam bingkai NKRI itulah makna Bhineka Tunggal Ika,” paparnya.
Dilanjutkannya, pelajar dan mahasiswa agar cerdas menyaring informasi agar, bebas dan terhindar dari Hoax atau berita-berita bohong yang kerap, muncul di medsos. “Kita lihat banyak sekali orang tidak tepat memanfaatkan medsos, dengan menulis ujaran-ujaran kebencian, yang justru sangat berbahaya untuk keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia,” jelas Sudarno.
Hal serupa juga disampaikan narasumber lainnya. Dimana masing-masing narasumber menyampaikan betapa pentingnya menumbuhkan rasa cinta yang dalam terhadap Tanah Air. NKRI dan Pancasila sudah final dan tidak bisa dinego maupun diutak-atik.

