Terkesan Tebang Pilih, Berikut Pernyataan Kasatpol PP Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya kesan tebang pilih penegakan hukum Satgas Covid 19 Bengkulu Utara, terhadap masyarakat yang masih menyelenggarakan acara keramaian, yang masih diberikan toleransi, seperti halnya acara keramaian di kediaman Mustadi desa Tanjung Raman Kecamatan Arga makmur Bengkulu Utara. Kasatpol PP BU Zahrin kepada awak media menegaskan, tidak ada istilah toleransi.

“Sejauh ini, berdasarkan tupoksi dan juknis penegakan hukum terhadap SE Bupati BU dan Maklumat Kapolri. Kami mewakili Satgas jelas harus bertindak tegas, dan tidak ada istilah toleransi. Karena, hal ini jelas dalam perintah dan arahan Ketua Satgas Covid 19 BU Bupati BU Ir. Mi’an,” ujar Zahrin.

Zahrin pun menjelaskan, mengenai kejadian di desa Tanjung Raman, pihaknya baru mendapatkan informasi dari personilnya. Dan itupun sudah dijalankan secara tegas pada Minggu siang (3/1). Mengenai adanya petugas yang memberikan toleransi, kemungkinan itu karena sikap manusiawi mengingat kegiatan masyarakat tersebut sudah terlanjur. Namun yang pasti, pihaknya sudah mempertegas agar bertindak tegas untuk menghentikan acara kerumunan dan membubarkan kegiatan, yang sifatnya mendatangkan keramaian, dan itu sudah tertuang didalam SE Bupati BU dan Maklumat Kapolri.

“Yang jelas, kami menjalankan amanah secara tegas. Namun, jika prakteknya dilapangan masih ada sifat toleransi, saya rasa itu karena manusiawi, kasihan lantaran acara tersebut sudah terlanjur. Kendati demikian, kami tetap mengawasi dan mempertegas agar kegiatan yang sudah terlanjur itu memenuhi protokol kesehatan, dan tidak diperkenankan menggunakan musik,” jelasnya.

Pihaknya pun sangat menyesalkan sikap pihak Satgas Kecamatan dan desa yang kurang proaktif dalam menyampaikan informasi aktifitas warganya, yang akan mengadakan keramaian. Sehingga, untuk acara keramaian di desa Tanjung Raman tepatnya di kediaman Mustadi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Mapolres BU, guna menindaklanjuti lebih jauh atas kelalaian pihak desa dan Kecamatan.

“Ketua Panitia acara keramaian itu juga nanti akan kita koordinasikan dengan pihak Polres BU untuk diperiksa. Mengapa menyelenggarakan kegiatan, yang bersifat ilegal tanpa mengantongi izin keramaian. Selain itu, desa dan kecamatan juga akan dipertanyakan, mengapa tidak menginformasikan ke Satgas Kabupaten lebih awal, mengenai adanya aktifitas warganya yang akan mengundang keramaian. Yang pasti, masalah ini akan kami bawa ke rapat besar Satgas Covid 19, dan ini akan kami tindaklanjuti dan menjadi pekerjaan rumah kami, agar kedepan hal seperti ini tidak terulang kembali,” bebernya.

Baca juga :

Terkesan Tebang Pilih, Ketegasan Satgas Covid Bengkulu Utara Dipertanyakan?

Adakan Acara Keramaian Di Malam Hari, Warga Tanjung Raman Mendapat Toleransi Satgas

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment