Tarif Mahal, Ledeng Mati, Pelayanan PUDAM Tirta Ratu Samban Dikeluhkan Masyarakat Desa Rama Agung

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Pelayanan air di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Pudam) Tirta Rartu Samban Bengkulu Utara, dikeluhkan masyarakat Gang Mangga desa Rama Agung Kecamatan Arga Makmur Bengkulu Utara. Bagaimana tidak, dengan tarif yang dinilai termahal se Provinsi Bengkulu ini, pelayanannya dinilai tidak sesuai dengan tarif. Warga desa Rama Agung, kerap menerima pelayanan air Pudam yang mati tanpa mengalir ke rumah warga. Hal ini patut menjadi sorotan, seperti yang diungkapkan oleh warga Gang Mangga Dasmiati kepada awak media.

“Kami bingung dengan pelayanan PUDAM ini, masa fasilitas air yang sudha kami bayar mahal justru tidak kami dapatkan. Malah pelayannya sangat buruk, dimana setiap hari kami terus mendapati pelayanan ledeng mati. Terlebih setiap pagi hari dan masuk sore hari. Ada apa dengan pelayanan Pudam ini,” ujar Dasmiati.

Ia pun membeberkan, kondisi ini juga diperparah. Yang mana, sejak Senin malam hingga hari ini Selasa (24/11), air Pudam belum juga mengalir ke rumah di wilayah Gang Mangga. Ironisnya, yang ia sesalkan. pelayanan buruk ini hanya berlaku di Gang Mangga ini saja, sementara di wilayah lain justru air mengalir kencang. Ia pun berharap, ini tidak berlangsung lama, kepada Direktur Pudam agar ini menjadi evaluasinya, jangan sampai muncul persepsi lain yang terjadi ketika pelayanan Pudam ini buruk.

“Tolonglah pak Sekda Bengkulu Utara selaku dewan pengawas, agar menegur direksi Pudam itu untuk lebih meningkatkan pelayanannya terhadap pelanggan atau masyarakat Bengkulu Utara. Kami harap, jangan pilih-pilihlah pelayanannya. Masa, hanya kami saja yang tidak mendapatkan pelayanan yang baik, setiap hari kami harus menunggu air Pudam hidup. Hari ini (Selasa,red) sama sekali nggak hidup. Kami harap, kedepan pelayanan bisa diperbaiki,” imbuh pensiunan guru ini.

Senada juga disampaikan oleh pak Hadi, yang sangat mengharapkan pelayanan Pudam ini dapat diperbaiki. Ia dan warga lainnya di Gang Mangga ini, setiap hari harus mendapatkan pelayanan buruk.

“Kami tidak minta banyak, tolong hidupkan air. Hari ini, air sudah seharian tidak hidup. Tolong pak Direktur,” pungkasnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment