Sst, Diduga Ada Proyek Siluman Dikantor Satker Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Diduga ada proyek siluman di kantor Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Sungai Sumatra VII Dirjen Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang bertempat di wilayah desa Kuro Tidur Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Bagaimana tidak, proyek yang telah berjalan tidak memiliki papan nama informasi yang sudah diatur dalam undang-undang, sehingga tidak diketahui dari mana dan siapa yang mengerjakan dan berapa jumlah anggaran dan sumber dananya.

Pantauan awak media, proyek di kantor satker ini diantaranya pembuatan rabat beton, pagar kantor, rehab gedung hingga pembuatan siring yang mana diketahui pembuatan siring ini hasil dari peralihan, yang awalnya merupakan pembuatan pelapis tebing.

Proyek ini seperti tidak bertuan karena sudah seyogyanya setiap ada kegiatan yang menggunakan anggaran pemerintah harus memasang papan informasi, jika tidak mereka akan dikenakan sangsi dan tidak bisa mencairkan dana tahap pertama. Terlebih lagi, warga merasa proyek tersebut seperti layaknya milik siluman yang tidak diketahui siapa pemiliknya.

Salah satu tukang yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dirinya hanya diminta mengerjakan, mengenai berapa jumlah anggaran dan siapa kontraktor yang mengerjakan tidak diketahuinya.

” Kami tidak tahu pak soal proyek ini, kami hanya diminta mengerjakan apa yang harus kami kerjakan yakni membuat cor rabat beton, rehab gedung, membuat siring dan merehab pagar,” ungkapnya sambil mengerjakan pekerjaannya.

Sambung sang tukang mengatakan, pihaknya dan rekan-rekan tukang lainnya mengaku saat gajian baru bertemu dengan tuannya, yang diketahui katanya berasal dari Bengkulu. Sementara mengenai dimana pemasangan papan informasi, tukang tersebut mengaku tidak ada papan informasi sejak dirinya dan rekan lainnya mengerjakan pekerjaan tersebut.

” Pekerjaan ini dari awal sudah tidak ada papan informasi pak, kami saja hanya menjalankan pekerjaan yang sebelumnya diperintah untuk membuat pelapis tebing, namun berubah dan dialihkan membuat siring didepan kantor satker ini. Pekerjaan ini sendiri, sudah berjalan selama beberapa bulan belakangan pak,” bebernya.

Sementara itu, ketika awak media menyambangi kantor Satker tersebut hanya dapat menemui salah satu penjaga kantor yang bernama Adjis Ahmad, yang juga mengaku tidak tahu menahu soal pekerjaan di kantor Satker ini. ia pun meminta awak media agar mengkonfirmasi langsung ke Bengkulu yakni di Kementrian PU Provinsi Balai Wilayah Sungai Sumatra VII.

” Saya menjaga kantor ini sudah setahun, untuk pekerjaan ini saya tidak tahu dan tidak bisa berkomentar apa-apa, langsung saja ke PU Provinsi Bengkulu, atau hubungi saja ketua satkernya pak Su,” singkatnya yang langsung meninggalkan awak media.

Disisi lain, menyikapi hal ini Ibrahim (42) warga setempat juga mengaku, dia tidak tahu proyek itu bersumber dana dari mana dan juga perusahaan apa yang mengerjakan proyek tersebut. Sebab sejauh ini, belum ada papan informasi yang ditempelkan sekitar pekerjaan tersebut.

” Kami tidak tahu ini proyek siapa dan dari mana,” ujarnya.

Biasanya, setiap proyek pembangunan ataupun perehaban apapun ada pemasangan papan informasi, untuk diketahui oleh masyarakat proyek apa dan sumber dananya dari mana, serta siapa yang mengerjakannya. Sehingga nantinya masyarakat bisa mengawasi dengan baik, akan tetapi apa yang terjadi dengan proyek itu, sama sekali tidak diketahui proyek dari mana dan siapa yang mengerjakannya.

” Ini agak aneh juga, jika tidak ada papan informasinya,”papar Ibrahim.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment