Tidak Bisa Berenang, Remaja Tewas Di Sungai TAP

RubrikNews.com, BENGKULU UTARA – Nahas dialami Desi Sartika (17), siswi kelas III SMA, warga desa Alun Dua Kecamatan, Tanjung Agung Palik, Kabupaten Bengkulu Utara. Selasa (5/2) sekitar pukul 15.45 WIB, ia tewas setelah tenggelam di sungai Palik, ketika tengah mencuci piring. Penyebab tewasnya, diketahui, lantaran korban tidak bisa berenang. Hingga akhirnya, tenggelam dan ditemukan oleh warga setelah dilakukan pencarian, sudah tidak bernyawa lagi.

Data terhimpun, kejadian ini bermula ketika korban, bersama dengan tiga orang rekannya. Yakni, Serin (9), Budi (10) dan Suci (10). Tengah, mencuci piring di pinggiran sungai palik, yang diketahui tidak jauh dari kediaman korban. Setelah menyelesaikan pekerjaannya, korban bersama tiga remaja lainnya, mandi. Ternyata, korban tidak bisa berenang. Dan, seketika diterjang arus sungai, korban terbawa ke titik, yang memiliki kedalam melebihi tinggi tubuhnya. Alhasil, korbanpun tenggelam.

Melihat kejadian tersebut, tiga remaja lainnya menjerita dan meminta bantuan, terhadap Neng dan Ita. Yang ketika itu, juga tengah mencuci pakaian di pinggiran sungai. Namun nahas, kedua orang tersebut juga tidak bisa memberikan pertolongan. Lantaran, selain kondisi arus sungai yang cukup deras, juga kondisi sungai keruh dan dalam.

Kemudian, kedua orang ini memanggil warga lainnya, untuk meminta pertolongan. Setelah, dilakukan pencarian sepanjang sungai. Korban, akhirnya berhasil ditemukan, dua jam setelah kejadian tersebut. Namun sayang, ketika ditemukan, korban sudah dalam kondisi kaku, dan tidak bernyawa lagi.

Sempat Stop Ambulan, Pastikan Status Korban

Camat Tanjung Agung Palik Nirwan Tomeri, ketika dikonfirmasi, membenarkan, kejadian tersebut. Saat ini, korban telah di bawa kerumah duka. Pasalnya, sebelum ini keluarga sempat belum percaya. Bahwa, korban telah tewas, dan berupaya untuk dilarikan ke RSUD Arga makmur. Namun, dipertengahan jalan, keluarga korban menyetop satu unit mobil ambulan, yang tengah melintas. Guna, meminta kepastian dari perawat dan dokter status nyawa korban. Alhasil, korbanpun dinyatakan oleh dokter tersebut, sudah meninggal dunia.

“Korban sudah dibawa ke rumah duka, yang rencananya akan di kebumikan besok Rabu (6/2). Meskipun sebelumnya, sempat ada upaya untuk melarikan ke RSUD Arga Makmur, namun korban dinyatakan meninggal dunia, setelah di lakukan pengecekan oleh dokter yang berada di ambulan yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Vonis dokter, korban sudah tidak bernyawa lagi, karena denyut nadinya sudah hilang,” singkat Tomeri.


Laporan : redaksi

Related posts

Leave a Comment