Partai Perindo Bengkulu Utara Deklarasikan Dukung Kotak Kosong

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Partai Perindo Bengkulu Utara tidak menjadi pengusung Petahana Calon Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an. Dimana, pihak KPUD Bengkulu Utara menolak dukungan yang sebelumnya dilakukan oleh Partai Perindo BU sebelumnya untuk Petahana, yang dipatahkan oleh pihak KPUD BU dengan alasan tidak cukup waktu dan KPUD mengaku tidak mau ambil resiko untuk mengubah Administrasi di KPUD. Alhasil, Partai Perindo BU mendaklarasikan diri menjadi oposisi Petahana untuk mendukung serta memenangkan kotak kosong. Untuk itu, pihak Partai Perindo Bengkulu Utara mendesak agar pihak KPUD Bengkulu Utara mensosialisasikan pemahaman soal kotak kosong. Hal ini disampaikan, oleh Ketua DPD Partai Perindo Bengkulu Utara Asmadi Ramlilee.

“Saya selaku ketua DPD perindo BU sudah berkoordinasi dengan DPW dan DPP Perindo, tentang hal tersebut. Diputuskan, secara kepartaian menyikapi hal tersebut maka kami akan beroposisi terhadap kandidat tunggal, bahkan akan berjuang memenangkan kotak kosong,” ujarnya.

Asmadi pun menjelaskan, kejadian ini terjadi ketika Jumat lalu (4/9), Perindo sudah menyatakan akan mengusung dan mendukung Petahana pada Pilkada 9 Desember mendatang, dengan dikeluarkannya surat dukungan dari DPW Bengkulu dan B1KWK. Serta fakta integritas, yang ditandatangani Ketum dan Sekjen Harry Tanoe Soedibyo dan Ahmad Rofiq dan sudah diserahkan kepada LO Petahana. Akan tetapi, Sabtu 6/9 berkas tersebut dikembalikan lagi kepada pihak DPD Perindo BU. Dengan alasan, tidak cukup waktu dan tidak mau ngambil resiko daftar kembali ke KPUD, serta terlalu repot untuk mengubah adm di KPU.

“Melihat kondisi ini, untuk itu kepada KPUD agar bisa mensosialisasikan, apa itu kotak kosong. Mengingat, dengan waktu yang tidak terlalu lama ini masyarakat masih banyak yang belum paham dengan kotak kosong,” imbuhnya.

Disisi lain, Anggota DPRD Bengkulu Utara yang merupakan kader Partai Perindo Febri Yurdiman, melihat kondisi ini, ikut geram. Ia pun menandaskan, Pilkada serentak 2020 di Bengkulu Utara, dapat dipastikan kuat bahwa hanya akan ada satu pasangan calon (paslon) atau calon tunggal. Paslon tersebut yaitu tidak lain adalah petahana atau incumbent Mian-Arie. Dimana telah mendaftar ke KPU pada tanggal 4 September 2020 lalu, dengan diusung 10 partai politik (parpol) dengan total 28 kursi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dari 30 kursi dan 12 partai politik di legislatif Kabupaten Bengkulu Utara. Terdapat 2 parpol dan 2 kursi, yang tidak mengusung petahana. 

“Hasil koordinasi saya dengan pimpinan di tingkat Kabupaten, Provinsi sampai pusat dengan berbagai pertimbangan yang kami berikan. Dapat dipastikan Perindo tidak mendukung, apalagi mengusung Incumbent di Pilkada Bengkulu Utara,” kata Ketua Komisi 1 DPRD Bengkulu Utara. 

Ia juga mengatakan, bahwa Perindo juga akan bertekad untuk memenangkan kotak kosong pada tahapan pemilihan yang dijadwalkan pada tanggal 9 Desember mendatang. Bahkan, secara pribadi ia juga menegaskan bahwa akan berposisi ke kotak kosong, dimana sikap ini dijamin oleh demokrasi. Lepas dari hal tersebut Febri juga mengatakan, bahwa saat ini pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap aturan atau regulasi petahana melawan kotak kosong. Karena menurutnya, masih ada masyarakat yang belum memahami apa yang dimaksud dengan kotak kosong.

“Perindo bertekad akan memenangkan kotak kosong. Jika ditanyakan dengan saya, maka jawabannya adalah kotak kosong. Demokrasi menjamin hak untuk itu. Hal pertama yang harus dilakukan oleh KPU adalah mensosialisasikan mengenai aturan petahana vs kotak kosong ini. Karena tidak semua masyarakat, yang paham akan hal ini. Kepastian hukum dibutuhkan, jangan sampai nanti masyarakat berasumsi kotak kosong itu tidak perlu dicoblos,” demikian Febri.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment